BERBAGI

Sarolangun, kabarpolisi.com – Kasus PETI dengan penangkapan Holil, Srianto dan Iwan oleh pihak Satuan Reserse Kriminal Polres Sarolangun, Polda Jambi di area perkebunan karet milik keluarga Holil di Teluk Cimbung, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Jambi, Rabu 3 Juli 2019 lalu, menjadi pertanyaan besar bagi keluarga Holil dan Srianto.

Menurut salah seorang saksi yang inisial IM mempertanyakan, jika pihak Kepolisian melakukan razia PETI kenapa hanya mesin sedot air milik Holil saja yang di tangkap. Padahal di dekat area Holil masih banyak mesin sedot milik orang lain.

IM juga menerangkan pada media ini, bahwa dirinya melihat dengan jelas, ada dua orang pria tegap mirip Polisi membawa senjata api laras pendek dan dua orang lagi membawa laras panjang dan diiringi puluhan orang Lain nya.

“Saya melihat, ada dua orang bawa pistol dan dua orang lagi bawa laras panjang dari arah bedeng Ali Jum’at, sedangkan untuk menuju bedeng Holil harus melewati area PETI lagi, yaitu PETI milik Tiar dan Sape yang dikontrak lahan sama Ali Jumat,” jelas IM, Kamis malam (12 Juli 2019) sekitar pukul 19.30 WIB.

Dikatakan oleh IM, bahwa dirinya juga merasa ada kejanggalan dalam penggerebekan terhadap Holil, Srianto dan Iwan, karena Ali Jum’at, Tiar dan Sape ikut serta dalam rombongan polisi dalam penggerebekan pada hari tersebut.

Diitambahkannya, jika Polisi razia Peti kenapa pemilik Peti lain juga ikut dalam rombongan Polisi dan area mereka tidak di razia bahkan ikut serta dalam penggerebekan Holil.

“Bedeng Holil tidak berapa jauh dari Bedeng Tiar sekitar 100 M (seratus meter), siang itu saya melihat Tiar beres bereskan barang- barang tambang nya, dan anggota pekerja tambangnya, pada saat polisi masuk ke area kebun Holil sedang tidak bekerja,”

“Tiar, Ali Jumat dan Sape juga saya lihat Ikut dalam kelompok Polisi yang menangkap Holil, tapi Tiar, Ali Jumat dan Sape tidak ditangkap Polisi, kenapa Holil, Srianto dan Iwan yang ditangkap,” ungkap IM.

Pernyataan Kasat Reskrim Polres Sarolangun Iptu Bagus Faria, SIK, MH, kepada media pada tanggal 9 Juli 2019 mengatakan bahwa pihaknya datang ke lokasi Holil di Teluk cimbung Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun ini bersama Tim, tidak ada yang lain.

“Kami juga akan menangkap PETI yang lain jika ada informasi dari masyarakat dan mau mengantarkan kami ke lokasi. Tentu nya dengan strategi kami, karna kami memikirkan keselamatan anggota kami,” tutupnya.

Pada saat dikonfirmasikan kepada Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wiralaksana, SIK, MAP pada pukul 15.20 WIB, Kapolres udah didalam mobil dan didatangi wartawan. Kaca pintu mobil dibuka, Kapolres bertanya Ada apa, dijawab wartawan mau konfirmasi komandan. Sembari keliatan kesal, siapa kamu, kamu berhenti berhentikan saya. Dijawab wartawan siap salah komandan. “Ya udah, kamu tunggu aja disana sambil menujuk ke teras Mapolres.

Tidak berapa lama kemudian, setelah mobil Kapolres jalan, wartawan sedang berada di pintu ruangsn Kabag Ops, wartawan didatangi oleh Kanit Tipikor Iptu Nelson.

Wartawan dibawa Kanit Iptu Nelson ke ruangan Tipikor. Kanit Iptu Nelson bertanya mau apa, dijawab wartawan mau konfirmasi berita yang akan mau dinaikkan. Pada hal wartawan udah bolak balik ke Mapolres untuk bertemu Kapolres. Dijawab Kanit Iptu Nelson, Ya udah, besok pagi (Sabtu 13 Juli 2019) datang lagi ke Mapolres untuk bertemu Kapolres, tutupnya. (TIM)