BERBAGI

Padang Panjang, Kabarpolisi.com – Tokoh masyarakat dan Ninik Mamak Batipuh dan X Koto, Tanah Datar, Sumbar melaporkan akun Basa Datuak Tan Kayo di facebook ke Polres Padang Panjang, karena memuat status menghina mereka dalam kaitan Pilkada Tanah Datar.

Laporan ini disampaikan langsung Ketua Majelis Kerapatan Adat Nagari (MKAN) Batipuh X Koto dan Padang Panjang, Basrizal Dt Pangulu Basa didampingi beberapa orang ninik mamak kepada petugas Satreskrim Polres Padang Panjang, Senin (13/7).

Laporan pertama dalam perkara pidana di Pilkada Tanah Datar di Wilayah Hukum Polres Padang Panjang ini diterima dan ditandatangani oleh Kanit I SPKT Polres Padang Panjang Ipda Irnal Syamsi.

Didalam laporannya, Angku Bas, demikian panggilan Basrizal sehari hari, menyebutkan bahwa akun bernama Basa Datuak Tan Kayo dalam postingannya di facebook, Kamis (9/7) pukul 18.30 WIB menulis ninik mamak masuk perangkap Haji Sun, salah seorang tokoh Batipuh.

Bahkan, kata Angku Bas, para ninik mamak juga disebut telah disuap dengan sepiring nasi.

Tidak hanya itu, berbagai postingan lain juga dibuat oleh orang yang diduga memakai akun anonim menyerang para ninik mamak tersebut dengan konotasi yang sama dan disebar ke berbagai grup facebook.

Menurut Basrizal, munculnya status penghinaan itu berawal dari pertemuan para ninik mamak Batipuh dan X Koto Tanah Datar, diluar dirinya, dengan salah satu calon Bupati yang juga Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Eka Putra di salah satu rumah makan di Padang Panjang, Rabu (8/7).

Dalam pertemuan itu, kata Bas, Eka Putra meminta izin kepada para ninik mamak Batipuh X Koto sekaligus menyerap aspirasi dari ninik mamak dan tokoh masyarakat berkaitan dengan pencalonan dirinya sebagai Bupati Tanah Datar.

Nah, seusai acara itulah muncul status di akun facebook tadi yang bernada menyerang marwah para ninik mamak tersebut, dengan dalih acara tersebut sengaja dikondisikan untuk kepentingan salah satu orang dan menyebut bahwa para ninik mamak telah dibeli dengan harga sepiring nasi.

Menurut Basrizal, apa yang ditulis didalam status akun facebook tersebut tidak ada korelasinya dengan materi pertemuan yang sebenarnya. Jadi memang sudah terlihat niatan dari pemilik akun facebook tersebut menghina dan merendahkan martabat para ninik mamak dan anak kemenakannya.

“Oleh sebab itulah kami mengambil inisiatif melaporkan pemilik akun facebook tersebut kepada polisi supaya diusut siapa sebenarnya dia, dan apa tujuan sebenarnya,” papar Basrizal yang juga Ketua DPD Partai Hanura Tanah Datar.

Inisiatif laporan ke polisi juga merupakan hasil rekomendasi dari pertemuan para ninik mamak di Rumah Makan Aie Badarun, Ahad (12/7) kemarin. Pertemuan juga memfasilitasi ninik mamak dengan sejumlah calon bupati Tanah Datar, tetapi yang berasal dari Pabasko (Padang Panjang Batipuh X Koto).

Dalam kaitan dinamika politik Pilkada, tambah Basrizal Dt Pangulu Basa, seluruh ninik mamak sepakat mentolerir adanya perbedaan pendapat, perbedaan pilihan, tetapi kalau hal-hal yang melampaui batas seperti status di sosial media yang sudah menghina dan merendahkan, mereka tidak bisa diterima.

Oleh sebab, para ninik mamak kemudian mengambil keputusan untuk melaporkan pemilik akun tadi ke polisi untuk menimbulkan efek jera supaya yang lain tidak melakukan hal yang sama.

Sebab, kata Angku Bas, dalam kaitan pertemuan dan silaturahmi dengan siapapun, asalkan beritikad baik dan tujuan baik, termasuk dengan para calon bupati sekalipun, tidak ada larangan bagi para ninik mamak untuk melakukannya.

Sebab pertemuan seperti itu juga bermanfaat bagi para ninik mamak untuk mengenal para calon bupati yang salah satunya nanti pasti akan menjadi pemimpin di daerah mereka.

“Bahwa di dalam pertemuan si tuan rumah menyediakan nasi untuk di makan adalah sesuatu yang wajar dan tidak perlu dipersoalkan, apalagi sampai harus merendahkan nama baik para ninik mamak dan tokoh masyarakat kita,” ujar Angku Bas.

(awe)