BERBAGI

AMBON, kabarpolisi.com – Rencana dua warga Maluku menyelundupkan 37 kg cairan merkuri dari Kota Ambon menuju Jakarta berhasil digagalkan personil Polsek Kawasan Pelabuhan Yos Sudarso (KPYS) Ambon.

Rencananya, sebanyak empat tas berisi cairan merkuri ini akan dibawa ke Ibukota Negara menggunakan KM Nggapulu Sabtu pagi (27/7) dari pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Namun berkat kesigapan dan kejelian personil Polsek KPYS, rencana menyelundupkan cairan berbahaya yang berbahan dasar batu sinabar berhasil digagalkan.

Sebenarnya, dua dari empat tas berisi merkuri ini, berhasil lolos ke atas kapal sementara dua tas lainnya diamankan polisi di area dermaga. Namun dari hasil koordinasi pihak Polsek KPYS ke Pelni Ambon, dua tas dengan isi 17 kg cairan merkuri yang ikut berlayar berhasil diamankan security KM Nggapulu dan akan dibawa balik ke Ambon.

Dari pengungkapan kasus cairan berbahaya ini, aparat Polsek KPYS mengamankan dua orang yang diduga sebagai pemilik barang.

Dua orang ini masing-masing Ismail Rahim Ely (27) warga Batu Merah Puncak RT 001/006 Desa Batu Merah Kecamatan Sirimau Kota Ambon dan Rifai Sanduan (27) warga Desa Wakasihu Kecamatan Leihitu Barat Kabupaten Maluku Tengah.

Terkini, dua orang tersebut serta barang bukti dua tas ransel berisi 20 kg merkuri diamankan di Polsek KPYS Ambon untuk menjalani proses hukum.

Kapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease AKBP Sutrisno Hady Santoso melalui Kapolsek KPYS AKP Florensius Teddy membenarkan adanya pengungkapan kasus yang masuk dalam ilegal meaning ini.

“Memang benar kemarin (Sabtu-red) personil kita berhasil menggagalkan penyelundupan cairan merkuri yang akan dibawa ke Jakarta menggunakan kapal laut,” ujarnya Minggu (28/7) di Mapolsek KPYS Ambon.

Teddy membeberkan pengungkapan kasus ini pada Sabtu (27/7) sekitar pukul 09.50 WIT saat anggota unit Reskrim Polsek KPYS mengamankan dua tas berisi merkuri di depan ruang transit penumpang Pelabuhan Yos Sudarso.

“Bahan berbahaya diduga mercury ditemukan oleh Anggota Unit Reskrim Polsek KPYS saat kapal Pelni KM. Nggapulu melaksanakan aktifitas embarkasi penumpang dan barang,” ungkap Teddy.

Mantan Kasatreskrim Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease ini katakan saat itu anggotanya mencurigai buruh bagasi yang membawa dua buah tas ransel sementara berjalan dari uang transit penumpang hendak naik ke KM. Nggapulu.

Buruh bagasi dihentikan dan petugas langsung memeriksa isi tas tersebut. Ternyata mereka dalam tas tersebut mereka menemukan ada bahan berbahaya yang diduga merupakan air raksa atau cairan merkuri.

Setelah mengamankan dua tas tersebut, anggota unit Reskrim menanyakan keberadaan pemilik. Buruh tersebut memberitahukan keberadaan pemilik yang sementara berada di ruang transit penumpang. Tak menunggu lama, anggota unit reskrim langsung amankan pemilik dan buruh  bagasi. Kemudian mereka dibawa ke Mapolsek KPYS untuk pemeriksaan selanjutnya.

Teddy yang merupakan jebolan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2008 lalu mengungkapkan dari pengakuan Ismail Rahim Ely, cairan yang dipakai untuk penambangan emas ini akan di bawa menuju Jakarta untuk di perjual belikan.

Saat ini, kata Teddy pihaknya sementara melakukan pengembangan kasus ini terutama mencari tahu dari mana asal barang berbahaya ini.

“Kita sementara lakukan pengembangan kasus untuk mencari tahu sumber atau asal cairan merkuri ini. Dan mungkin saja dari pengembangan yang dilakukan akan ada tambahan orang yang bisa kita jerat lagi,” tandas Teddy. (Imran)