Beranda Daerah Polda Kalbar Ungkap 6 Kasus Pembunuhan dan 36 Kasus Perampokan

Polda Kalbar Ungkap 6 Kasus Pembunuhan dan 36 Kasus Perampokan

BERBAGI

PONTIANAK, kabarpolisi.com – Kejahatan dengan kekerasan, jambret, dan perampokan serta pembunuhan mendapat perhatian masyarakat luas. Ini karena tidak hanya menimbulkan kerugian materil, akan tetapi juga menimbulkan korban jiwa berupa luka dan hilangnya nyawa.

Demikian hal itu diungkapkan Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH. Menurut jenderal bintang dua itu, kejahatan ini terjadi karena latar belakang ekonomi, dendam, perkelahian maupun latar belakang lain yang berlangsung secara spontan maupun terencana.

Pria kelahiran Sambas, Kalimantan Barat ini mengungkapkan Ditreskrimum Polda Kalbar dan Satreskrim jajaran hingga saat ini terus menerus berupaya dengan optimal. Ini dilakukan demi pengungkapan kejahatan. Cara kejahatan yang meresahkan masyarakat ini menggunakan metode ilmiah (Scientific Crime Investigation/SCI).

“Mulai dari melakukan olah TKP untuk mengangkat sidik jari laten, analisa CCTV, merumuskan motif dan profil tersangka hingga pada metode penangkapan yang dilakukan secara professional dan prosedural,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH, pada saat pengungkapan kasus curas dan pembunuhan tahun 2018 di Mapolda Kalbar, Jalan Ahmad Yani, No.1 Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat, 13 April 2018.

Mantan Waka Polda Kepulauan Riau, itu mengungkapkan berkaitan dengan hal tersebut, berikut ini adalah pengungkapan kasus curas dan pembunuhan pada tahun 2018 yang dilakukan oleh Ditreskrimum Polda Kalbar dan Satreskrim Polda Jajaran termasuk pengungkapan kasus yang menonjol dan menjadi perhatian masyarakat luas.

Periode pengungkapan pada tahun 2018 yang dimulai 1 Januari hingga sekarang adalah hasil kasus curas dengan jumlah laporan : 41 LP, kasus terungkap : 36 LP (87,8%), jumlah tersangka : 33 orang.

“Modus operandinya adalah merampas handphone yang sedang dipegang sebanyak 18 kasus. Merampas tas saat sedang berkendara 9 kasus, merampok ke dalam rumah dan melukai 1 kasus, menodong dengan senjata tajam 2 kasus, merampas sepeda motor 2 kasus,” ujar mantan Kapolres Kapuas Hulu itu.

Sedangkan kasus pembunuhan berjumlah laporan : 9 LP, kasus terungkap : 6 LP (66,7%), jumlah tersangka : 10 orang.

“Modus operandi : perkelahian 3 kasus, penemuan mayat korban pembunuhan 3 kasus dan dendam pribadi 1 kasus,” ucapnya menjelaskan.

Pengungkapan kasus curas menonjol,
Pencurian dan kekerasan atau curas pada 10 April 2018 yang terjadi di parkiran sebuah Toko Jalan Siam, Kecamatan Pontianak Selatan dengan korban wanita atas nama Meylanda (16 tahun). Akibat kejadian itu, korban kehilangan HP miliknya dan mengalami luka bacok lengan tangan dan jari tangan kiri.

Adapun segala upaya pengungkapan yang dilakukan adalah melakukan olah tempat kejadian perkara atau TKP, analisa CCTV dan profiling pelaku sehingga pelaku dapat tertangkap dan diamankan oleh kepolisian.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar, Komisaris Besar Polisi Arif Rachman mengimbau, kepada masyarakat berdasarkan modus operandi yang terjadi sebagian besar adalah dengan cara merampas handphone atau tas di tempat-tempat umum seperti jalan raya dan kawasan pertokoan atau pasar dan lain lain.

“Diimbau agar masyarakat tidak menciptakan kesempatan kepada pelaku dengan cara menelepon sambil berkendara, membawa tas jinjing (bagi perempuan) yang mudah dijangkau perampas dan mengenakan perhiasan yang berlebihan,” ujar pria yang memiliki melati tiga di pundaknya itu.

[informasi di atas ditulis oleh Kepala Urusan Liputan Produksi Dokumentasi (Lipprodok) Humas Polda Kalimantan Barat, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Cucu Safiyudin S.Sos SH MH ]