Beranda KABAR DAERAH Polres Rejang Lebong Bengkulu Buru Pembunuh Satu Keluarga

Polres Rejang Lebong Bengkulu Buru Pembunuh Satu Keluarga

BERBAGI

REJANG LEBONG, kabarpolisi.com –Polres Rejang Lebong Polda Bengkulu sudah mengidentifikasi siapa pelaku dan sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.

“Identitas terduka pelaku sudah kita ketahui begitupun keberadaannya. Saat ini petugas masih melakukan pengejaran mudah-mudahan segera bisa terungkap,” ucap Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika, Minggu (13/01/2019).

Jeki menjelaskan, identitas terduga pelaku sudah dikantongi berdasarkan keterangan sejumlah saksi juga dari barang bukti dan alat bukti yang dikumpulkan oleh petugas.

Terduga pelaku pembunuhan saat ini masih diburu petugas kepolisian sudah berada diluar Rejang Lebong dan ruang geraknya sudah dipersempit.

“Sementara motif pembunuhan satu keluarga ini Curas (Pencurian dengan kekerasan). Nanti kita lihat perkembanganya, apakah ada unsur pembunuhan berencana atau lainya,” jelasnya.

Sebagai penutup Jeki menambahkan, dari hasil visum sementara, luka yang dari tiga korban pembunuhan berbeda. Sang ibu mendapati luka pukulan benda tumpul pada bagian kepala, sementara untuk anaknya ada bekas luka jerat.

Terkait apakah ada unsur pemerkosaan atau tidak pihaknya masih menunggu hasil dari Rumah Sakit apakah ada bekas sperma atau tidak.

Seperti diketahui, satu keluarga yang menjadi korban pembunuhan di Rejang Lebong ini berjumlah tiga orang. Yaitu Hasnatul Laili (35) dan dua anaknya Melan Miranda (16) serta Cika Ramadhani (10). Mereka ditemukan tewas bersimbah darah di dalam kamar.

Minta tolong via WhatsApp

Sebelum peristiwa pembunuhan terjadi, salah satu anggota keluarga di Kelurahan Talang Ulu Kecamatan Curup Timur, Rejang Lebong, Bengkulu, sempat mengirimkan pesan minta tolong kepada temannya.

Pesan minta tolong itu dilakukan korban Melan Miranda (16), sekitar pukul 05.00 WIB. Ia mengirimkan pesan melalui aplikasi Whatsapp (WA) kepada Adi (17) teman sekolahnya.

“Saya sempat dapat kiriman pesan Whatsapp dari Miranda, isinya minta tolong, pada jam 5 subuh,” kata Adi saat datang kediaman korban, Sabtu (12/01/2019).

Tidak hanya itu, korban juga sempat menelepon temannya via Whatsaap, hanya saja panggilan itu tak diketahui dan kemudian mengirim pesan singkat.

Namun pesan tersebut tidak langsung dibuka oleh temannya dan baru dibalas pada siang harinya yakni pukul 11.25 WIB, saat itu Whatsapp milik korban tidak lagi aktif.

Hal serupa juga diungkapkan Dinda (16) teman sekolah korban. Ia dan sejumlah temannya juga sempat menerima pesan dari korban.

“Sebelumnya ia juga pernah cerita kalau sempat diancam seseorang, kawan-kawan yang lain juga menerima pesan minta tolong,” ujar Dinda sambil menangis.

Pada hari itu juga teman-teman sekolahnya sempat menanyakan keberadaan korban, lantaran korban tidak masuk sekolah dengan tanpa keterangan.

“Dia tidak sekolah keterangnya alpa, nomor WA nya juga tidak aktif lagi,” ungkapnya. (***)

Sumber newstujuh.com