Reskrimsus Polda Kalbar Bongkar Jaringan Layanan Seks Sejenis

Reskrimsus Polda Kalbar Bongkar Jaringan Layanan Seks Sejenis

BERBAGI

Pontianak, kabarpolisi.com – Tim Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar membongkar jaringan layanan sex sesama jenis (Gay) melalui media sosial.
Jaringan ini terbongkar setelah tim melakukan patroli Siber di dunia maya.

Dalam patroli ini melihat akun-akun yang menampilkan foto-foto asusila (pornografi) serta ajakan untuk melakukan tindakan asusila.
Sejak tiga bulan terakhir, tim Siber berhasil meringkus tiga orang tersangka, diantaranya DHP, laki-laki usia 27 tahun, warga Pontianak. Dalam aksinya DHP, memposting foto pribadinya dengan posisi telanjang di akun Facebooknya. Selain itu, ia juga mengajak untuk berhubungan intim sesama jenis.

DHP diamankan pada bulan Oktober 2017 lalu, dan saat ini berkas perkaranya sudah P19 di kejaksaan. Hasil pemeriksaan, pelaku merupakan predator sex. Dimana selain sebagai pelaku upload foto telanjang dirinya di media sosial, dirinya juga mencari korban untuk menularkan penyakit H.I.V. dan TBC yang dideritanya. Bahkan, DHP mengaku telah berhubungan badan dengan sesama jenis lebih dari 100 orang.

Selanjutnya, pada 9 November 2017, tim Siber juga kembali mengamankan seorang laki-laki berinisial E (27). Dalam akun facebooknya, yang bersangkutan dengan sengaja dan berulang kali menuliskan kalimat-kalimat berisikan ajakan untuk berhubungan seks, baik kepada orang dewasa maupun anak dibawah umur kurang lebih 20 orang anak.

Berdasarkan pemeriksaan kesehatan, pelaku juga telah terinfeksi virus HIV/AIDS. Selain dua orang tersebut, tim Siber kembali meringkus seorang laki-laki berinisial RS (19) pada 21 November 2017. Seperti dua orang yang sebelumnya, RS juga mengunggah foto-foto dirinya yang berbau pornografi ke media sosial, twitter dan facebook.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Kalbar AKBP Mahyudi Nazriansyah mengatakan, dari akun-akun yang ditemukan tersebut, tim langsung melakukan profiling dan kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku.
“Mereka ini tergabung dalam kelompok Gay di Pontianak. Jumlah mereka cukup banyak. Hampir 100 orang, Bahkan follower mencapai ribuan,” kata Mahyudi, dalam keterangan persnya, kemarin.
Terhadap pelaku, pasal 45 ayat (1) Jo pasal 27 ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dengan ancaman 6 tahun pidana penjara. (M Fadil)

LEAVE A REPLY