Beranda KABAR DAERAH Terus Bersolek, Pemkab Fokus Pembangunan Trans Mentawai

Terus Bersolek, Pemkab Fokus Pembangunan Trans Mentawai

BERBAGI

Ir. Elfi MM Datuak Tumanggung Sati

 

TUAPEJAT, kabarpolisi.com – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Kepulauan Mentawai Ir. Elfi MM Datuak Tumanggung Sati mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat memfokuskan percepatan pembangunan Trans Mentawai guna memudahkan akses transportasi di pulau-pulau utama daerah itu.

Elfi menyebutkan, fokus pembangunan tahun ini adalah menyelesaikan jalan utama Trans Mentawai di Pulau Siberut, Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pagai Selatan.

“Fokusnya di pembangunan infrastruktur, Trans Mentawai dan pembangunan infrastruktur lainnya,” kata Elfi kepada Pemimpin Redaksi kabarpolisi.com Ben Ibratama Tanur pekan lalu di kantornya, Tuapejat, Mentawai.

Dalam wawancara itu Pemimpin Redaksi didampingi Wakil Pemimpin Umum Erick Hariyona dan wartawan kabarpolisi.com Adil Amri yang sengaja turun ke Mentawai melihat begitu pesatnya pembangunan infrastruktur di Mentawai.

Menurut Elfi, sebagai daerah terluar Mentawai membutuhkan pembangunan infrastruktur untuk memudahkan mobilitas barang dan jasa, sekaligus mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah itu.

Apalagi, Mentawai memiliki total 99 pulau dengan empat pulau besar yang jaraknya saling berjauhan, sehingga dibutuhkan infrastruktur memadai di setiap pulau itu guna memudahkan akses transportasi masyarakat.

Untuk pembangunan Trans Mentawai hingga akhir tahun lalu sudah dibuka sepanjang 204 kilometer dari target total 393,89 kilometer di empat buah pulau.

Dari total jalan sepanjang itu, sebanyak 89 kilometer merupakan jalan nasional yang dibangun melalui APBN, sisanya adalah jalan yang dibangun dari APBD Mentawai.

Dia mengakui pembangunan infrastruktur Mentawai tidak mungkin hanya mengandalkan APBD, sebab pagu anggaran belanja daerah kabupaten yang berbatasan langsung dengan Samudera Hindia itu hanya sekitar Rp1 triliun dengan Rp300 miliar dialokasikan untuk pembangunan.

“Kalau hanya mengandalkan APBD tidak bisa, kecil sekali. Jadi memang perlu anggaran dari pusat,” ujarnya.

Adapun, pembangunan infrastruktur Mentawai berupa jalan dan jembatan melalui APBN tahun ini hanya sekitar Rp100 miliar, lebih rendah dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp130 miliar.

Pemda setempat mengharapkan pembangunan Trans Mentawai bisa diambil alih pusat menjadi jalan nasional, sehingga pembangunan tidak tergantung keterbatasan APBD Mentawai.

Selain pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, Elfi menyebutkan pembangunan infrastruktur lainnya di daerah itu adalah membangun pelabuhan di sejumlah tempat untuk memudahkan transportasi antar pulau.

Setidaknya, untuk pelabuhan baru akan dibangun di sembilan buah yaitu di Subeleng, Pokai, Mailepet, Mabukuk, Katurai, dan Simabuk di Pulau Siberut.

Kemudian pelabuhan di Tuapeijat, Sioban, dan Sagicik di Pulau Sipora, dan Sikakap, Sinakak, dan Pasapuat di Pulau Pagai.

Targetnya, dalam beberapa tahun ke depan, seluruh gugus pulau di Mentawai terkoneksi dengan moda transportasi, baik darat, transportasi laut dan udara.

Infrastruktur pendukung lainnya adalah pembangunan bandara, pelabuhan khusus perikanan, dan infrastruktur komunikasi dan telekomunikasi.

Pemerintah memastikan seluruh progres pembangunan infrastruktur di Sumatera Barat rampung pada 2019. Termasuk pembangunan jalan Trans Mentawai sepanjang 250,70 kilometer (km) serta pembangunan dua pelabuhan.

Mentawai Yang Bersolek

Berkat kerja keras Pemkab Kepulauan Mentawai dengan ujung tombak Dinas Pekerjaan Umum, kini Kepulauan Mentawai terus bersolek. “Ini berkat tangan dingin Kepala Dinas PU Kepulauan Mentawai. Beliau seorang profesional dan berpengalaman,” kata Edi Sikerei seorang tokoh pemuda Mentawai kepada media ini.

Menanggapi itu Elfi hanya tersenyum. “Bukan hanya Dinas PU. Seluruh pihak bekerja keras. Berkat tangan dingin Pak Bupati dan support dari Dinas PU Sumbar. Dukungan masyarakat juga luar biasa. Kita memang memacu pembangunan di Kepulauan Mentawai agar bisa sejajar dengan daerah lain,” kata Elfi yang dikenal low profil dan ramah ini.

Dia membenarkan, mulai 2018, Pemkab Mentawai akan pacu 20 paket pembangunan infrastruktur multi years untuk percepatan pembangunan Trans Mentawai. Ke-20 paket itu di antaranya 9 di Pulau Siberut, 3 di Pulau Sipora serta Pulau Pagai Utara dan Pagai Selatan masing-masing sebanyak 4 paket.

Dengan total panjang 120 kilometer, pengerjaannya diprediksi bakal menghabiskan anggaran sebesar Rp940 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Mentawai.

Elfi menyebutkan, rencana ini merupakan upaya Pemkab Mentawai untuk mendorong pemerintah pusat menjadikan Pulau Siberut menjadi jalan nasional yang tentu anggarannya pun bersumber dari APBN, sehingga pembangunan jalan Trans Mentawai tak lagi membebani APBD Mentawai.

“Kita akan coba dorong Trans Mentawai ini menjadi jalan strategis nasional. Ini kita akan mulai proses lelang. Sipora sudah menjadi jalan nasional. Kalau Siberut sudah menjadi jalan nasional, ya akan ringan lah APBD kita,” ungkap Elfi di ruang kerjanya, Senin (29/1).

Untuk pengerjaan 20 paket multi years tersebut, Pemkab Mentawai mesti mengalokasikan anggaran sebesar Rp300 miliar per tahun, angka yang cukup fantastis, mengingat APBD Mentawai dari tahun ke tahun hanya Rp1 triliun saja.

Pemerintah pusat mesti menambah anggaran untuk pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan, minimal Rp300 miliar per tahun. Pada tahun lalu, Pemerintah Pusat hanya mengucurkan Rp130 miliar, sementara untuk tahun ini malah berkurang menjadi Rp100 miliar.

Adapun pilihan kedua, pengerjaan pembangunan Trans Mentawai dapat diambil alih oleh Pemerintah Pusat, dan seluruhnya masuk kategori jalan nasional.

“Kedua, Trans Mentawai ini kita serahkan ke pusat, biar pusat yang mengerjakan. Kala pusat tarok duit 300 miliar setahun, ya kita aman, APBD kita tak terganggu. Itu solusinya, makanya kita dorong menjadi jalan nasional dia. Kalau sudah menjadi jalan nasional, sudah jadi tanggung jawab pusat, selesai,” pungkasnya.

Trans Mentawai merupakan jalan poros yang membelah 4 pulau utama di Kabupaten Kepulauan Mentawai dengan total panjang 393,89 kilometer. Hingga akhir 2017, sudah 204 kilometer terbuka dan dapat dilalui masyarakat.

Sejauh ini, jalan nasional hanya ada di Pulau Sipora sepanjang 89 kilometer. Sementara 274 kilometer lainnya masih berstatus jalan kabupaten dan anggarannya bersumber dari APBD Mentawai.

Sejak Elfi memimpin Dinas PUPR Kabupaten Kepulauan Mentawai telah berhasil membangun 20 jembatan. Bukan hanya jembatan Pemkab juga berhasil membangun jalan kabupaten, irigasi, abrasi pantai, normalisasi sungai, dan pelabuhan.

Menurut dia, dibutuhkan sekitar 500 jembatan untuk seluruh Kepulauan Mentawai. “Kita bangun bertahap sesuai anggaran yang tersedia,” kata alumnus Universitas Andalas Padang yang mengaku sangat mencintai Mentawai.

Menurut Elfi, pembangunan Trans Mentawai berikut pelabuhan akan menunjang objek wisata di pulau eksotis yang berada di samping Sumatera Barat tersebut.

“Kita mengsinkronkan infrastruktur pembangunan infrastruktur di Sumbar karena ada pelabuhan yang sebaiknya disambung dengan jalan,” katanya.

Menurutnya potensi pariwisata di Pulau Mentawai mesti didukung oleh infrastruktur yang memadai agar memberikan kemudahan akses bagi para wisatawan. Karenanya, Trans Mentawai dibangun dengan menghubungkan empat pulau kecil seperti Siberut, Sipora, Pagai Utara, dan Pagai Selatan.

“Kemudian turis destinasion Mandeh. Kemudian Siberut. Kemudian untuk selancar dunia jadi bagus untuk menunjang pariwisata,” kata Elfi.

Bicara insfratruktur Mentawai tanyalah pada Ir. Elfi MM Datuak Tumanggung Satu.
***