BERBAGI

PALANGKA RAYA, Kabarpolisi.com – Yayasan Rehabilitasi Korban Narkoba (YR Kobra) berusaha menekan jumlah pengguna dan pecandu narkoba di Indonesia. Menurut data BNNK Palangka Raya, yayasan tersebut menyatakan akibat menggunakan narkoba, sebayak 50 orang meninggal dunia dalam satu hari.

Upaya sistematis yang dilakukan untuk menekan para pecandu, pihaknya menggunakan strategi Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).

Oleh sebab itu, terbentunya YR Kobra di Palangka Raya, untuk membantu memfasilitasi para pecandu narkoba yang selama ini kesulitan mencari rehabilitasi.

“Selama ini rehabilitasi cenderung dengan biaya.” Ungkap Ketua Umum YR Kobra pusat Baladika saat ditemui wartawan usai menggelar pelatihan pengetahuan dasar Adiksi di ruang rapat Hotel Batusuli Jalan Raden Saleh Kota Palangka Raya, Kalteng, sejak (8/2) hingga (9/2/2019).

Baladika mengatakan, program YR Kobra ini diantaranya merehabilitasi korban narkoba dengan rawat Jalan

“Mungkin ketika orang yang mampu langsung di rehab. Tapi bagi yang kurang mampu bisa dengan rawat Jalan, namun penerima wajib lapor,” kata Baladika.

Dijelaskannya, menurut Peraturan Pemerintah Nomor 25 tahun 2011, bagi siapa penyalahguna melapor diri ke BNN maka tidak akan di Pidanakan.

“Tapi selama ini masyarakat ketakutan dengan namanya Kepolisian. Karena kurangnya sosialisasi dengan penerima wajib lapor. Mungkin nanti YR Kobra untuk memfasilitasi kegiatan wajib lapor yang saat ini sosialisasi ini dinilai kurang efektif karena cenderung ke penyuluhan,” jelasnya.

Dengan adanya YR Kobra di Palangka Raya Kalteng ini tegas Baladika, bisa mendorong masyarakat untuk melaporkan diri.

“Jangan dulu nunggu kalau sudah tertangkap baru lapor, karena pengguna narkoba yang lapor diri tidak akan di pidanakan,” demikian Baladika.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua YR Kobra Kabupaten Murung Raya (Mura), Muara Teweh dan Katingan.

(Parlin/Masroby)