BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Merespon arahan Presiden Joko Widodo untuk memanfaatkan momentum kenaikan peringkat investasi Indonesia di mata dunia, KJRI New York bekerja sama dengan Stern Resources, sebuah perusahaan AS, akan menyelenggarakan kegiatan kunjungan kerja 16 (enam belas) investor AS ke Indonesia pada tanggal 17-27 Februari 2018.

Kegiatan tersebut didukung oleh BKPM, Bank Indonesia, BNI, dan BRI. Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk melakukan penjajakan potensi investasi di Indonesia dan telah menyelenggarakan sebuah seminar investasi bertajuk “How to Attract Investors from US Investors’ Perspective” pada tanggal 22 Februari 2018 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta.

Kunjungan kerja ini merupakan bagian dari persiapan kegiatan Promosi Terpadu Trade, Tourism, and Investment (TTI) yang akan diselenggarakan oleh KJRI New York beserta instansi lainnya pada bulan Agustus 2018 di New York, Amerika Serikat.

Beberapa kota yang menjadi tujuan kunjungan kerja investor AS antara lain Lombok, Yogyakarta, Solo, dan Jakarta. Daerah-daerah tersebut memiliki potensi investasi untuk dijajaki yang sesuai dengan line of business para investor yang terdiri dari sektor infrastruktur, perumahan, perikanan, pariwisata, kesehatan, hingga finansial.

Para investor akan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi-lokasi proyek investasi serta melakukan pertemuan dengan Pemda dan instansi terkait lainnya untuk membahas potensi investasi di daerah tersebut.

Para investor AS hadir pada seminar investasi bertajuk “How to Attract Investors from US Investors’ Perspective” yang telah diselenggarakan pada tanggal 22 Februari 2018 di Kementerian Luar Negeri, Jakarta. Seminar ini akan menjadi ajang bagi peserta yang terdiri dari Pemda, BUMN, BUMD, dan pemangku kepentingan investasi Indonesia lainnya untuk mendapatkan gambaran dan masukan mengenai cara-cara untuk menarik investor terutama investor AS ke Indonesia.

Berbeda dengan seminar investasi lainnya karena narasumber adalah para investor AS yang telah melakukan kunjungan ke lapangan di Indonesia sehingga melihat langsung potensi investasi Indonesia. Para investor AS tersebut berbagi pengalaman mengenai pasar investasi AS dan hal-hal penting yang menjadi deal breaker bagi investor AS untuk berinvestasi di luar negeri.

Selain itu, para investor AS juga akan memberikan lessons learned dari promosi investasi yang mereka dapatkan dari negara-negara tetangga Indonesia yang menjadi saingan Indonesia seperti Thailand, Vietnam dan Malaysia.

Diharapkan kunjungan kerja ini akan membuahkan hasil konkret berupa realisasi investasi yang juga akan membuka lapangan kerja di Indonesia demi kesejahteraan masyarakat Indonesia. (Rezki)