BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Para remaja yang menghabiskan waktu lama menatap layar ponsel, televisi, dan komputer bisa mengalami efek buruk lebih dari sekadar mata minus.

Dilansir dari laman The Independent, para peneliti di San Diego State University menemukan bahwa remaja yang menghabiskan waktu cukup banyak di depan layar gawai, sangat jelas kurang bahagia dibandingkan mereka yang lebih banyak berinteraksi sosial secara tatap muka

Studi itu menemukan, hanya satu jam saja menatap layar sehari, sudah dikaitkan dengan penurunan tingkat kebahagiaan pada para pemuda.

Sebuah tim profesor psikologi menggunakan data dari studi longitudinal Monitoring the Future (MtF) untuk mengumpulkan data mereka.

MtF merupakan perwakilan nasional dari survei Amerika Serikat yang memberikan informasi mengenai kebiasaan penggunaan gawai pada lebih dari satu juta remaja Amerika Serikat dan tingkat kebahagiaan menyeluruh mereka.

Pemimpin penelitian Jean M. Twenge percaya bahwa temuannya membuktikan adanya dampak negatif dari waktu bermain gawai pada remaja di level psikologis.

“Meskipun studi ini tidak menunjukkan penyebab, beberapa studi lainnya menunjukkan bahwa penggunaan media sosial yang lebih banyak, menyebabkan ketidakbahagiaan, tapi ketidakbahagiaan tidak menyebabkan penggunaan media sosial yang lebih sering,” ujarnya.

Remaja yang paling bahagia dalam survei tersebut adalah mereka yang menggunakan media digital kurang dari satu jam per hari. Setelah poin itu, kadar ketidakbahagiaan meningkat stabil beriringan dengan penggunaan gawai.

Dipublikasikan di jurnal Emotion, Twenge menggunakan temuannya sebagai dasar anjuran para remaja untuk membatasi penggunaan media digital mereka sampai dua jam per hari, dan mendorong untuk lebih aktif melakukan interaksi sosial secara tatap muka untuk meningkatkan kebahagiaan.

Para peneliti juga melacak tingkat kebahagiaan untuk kelompok usia yang sama pada tahun 1990-an, dan menemukan bahwa banyak kepuasan hidup anak muda menurun di tahun 2012, saat data menunjukkan lebih dari 50 persen warga Amerika memiliki smartphone.

“Sejauh ini perubahan terbesar dalam kehidupan remaja antara tahun 2012-2106 adalah meningkatnya jumlah waktu yang mereka habiskan untuk media digital, dan penurunan bertahap pada aktivitas sosial yang bertemu langsung dan tidur,” lanjutnya.

Kehadiran smartphone, kata Twenge, adalah penjelasan paling masuk akal dari penurunan drastis kesehatan psikologis pada remaja.(Erik)