Beranda GAYA HIDUP Kisah Bayi Bernama Muhammad Tito Karnavian

Kisah Bayi Bernama Muhammad Tito Karnavian

BERBAGI

YOGYAKARTA, kabarpolisi.com – Nama dan sosok Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian memang cukup menjadi idola, baik dari anggota Polri hingga masyarakat. Seperti yang terjadi di sebuah rumah singgah yang berada di Jalan Purbayan, Gg Janoko, No 1296 A, RT 58/RW 14, Kotagede, Yogyakarta,

Rumah yang bernama “Bumi Damai” itu dihuni oleh ratusan anak dan bayi, salah satu bayi yang baru dilingkungan rumah singgah tersebut, cukup mengundang perhatian, pasalnya sang bayi diberi nama Muhammad Tito Karnavian oleh pengurusnya.

Pengurus yang juga anggota Propam Polda DIY, Nur Ali Suwandi, menceritakan alasan memberi nama Tito untuk bayi yang lahir pada Selasa, 13 Februari 2018 di RS Bhayangkara Yogyakarta.

Nama Tito Karnavian ini muncul karena Ali mengidolakan sosok Kapolri saat ini, yaitu Jenderal Polisi Muhammad Tito Karnavian.

“Kapolri ini kan bapak kita nomor satu lalu dia kapolri yang baik dan nama Muhammad Tito Karnavian itu kok namanya indah makanya saya kasih nama itu,” katanya seperti dilansir liputan6com

Saat memberikan nama anak ini, Ali mengaku tidak memiliki rencana sebelumnya. Sebab, ibu M Tito Karnavian juga tidak pernah USG sehingga ketika lahir, bayi itu langsung dinamai sama seperti Kapolri saat ini.

“Enggak ada angan-angan jadi nama itu otomatis. Dia lahir jrett saya langsung kepikiran. Kita enggak tahu anaknya lahir laki atau perempuan kan enggak tahu karena enggak USG,” kata Ali.

Ali menjelaskan bayi M Tito Karnavian saat ini berada di rumah singgahnya di daerah Prambanan Sleman Yogyakarta. bersama ibunya dan beberapa pengasuh di rumah singgah tersebut.

“Enggak di sini kalo di sini dicubitin anak-anak sini makanya tak kasih di tempat di sana,” katanya.

Ali menjelaskan jika bayi M Tito Karnavian bukan anak kandungnya. Bayi Tito merupakan bayi dari Wahyu Kurnia (38) yang datang ke rumah singgahnya dalam kondisi hamil 5 atau 6 bulan.

“Ada ibu-ibu datang ke sini dia hamil kurang lebih 5 bulan lebih dia nangis diantar Bu Yuni, Bu Yuni saya enggak kenal juga dia menerangkan di Jogja tidak punya saudara, dia stres. Dia hamil yang laki-laki tidak tanggung jawab. Ya sudahlah tak tompo saja,” ujarnya.

Mendapat aduan ini tanpa pikir panjang ia pun akhirnya menerima ibu yang masih dalam keadaan stres tersebut. Kasihan dan rasa ingin membantu seorang perempuan dalam keadaan hamil, ia niatkan dalam hati.

Mendapat pendatang baru di rumah singgahnya dalam keadaan hamil, ia pun langsung berkoordinasi dengan Kabiddokkes Polda DIY untuk membantu persalinan perempuan itu kelak. Niatnya ini pun mendapat respon positif dari Kabiddokkes Polda DIY yang siap membantu proses persalinan tersebut.

“Saya ke Kabidokkes Polda DIY saya bilang bahwa si ibu ini tidak punya siapa siapa tak terangkan ini binaan saya lalu Pak Budi Kabidokes mau membantu. AKBP Budi bilang akhirnya ya sudah lahir bawa ke sana Alhamdulillah dapat jalan lancar gratis tis aman,” katanya

Ali mengatakan saat Tito lahir ia sendiri yang mengazani bayi seberat 2,9 kg itu. Tidak adanya sanak saudara Wahyu Kurnia ini yang membuat Ali melakukan semuanya seperti kerabat keluarga.

Ada pemandangan yang agak membuatnya gusar saat melihat ibu Tito seakan enggan menyusui bayi Tito, sehinga ia berusaha agar Wahyu Kurnia mau mencintai dan menyayangi anak tersebut.

“Alhamdulillah sekarang sudah mau menerima. Awalnya dia sama anaknya belum menyatu. Kayak di RS, dia tu menyusui itu juga aras arasen (malas-malasan),” kata bapak dua anak ini.

Namun, sekarang ia senang karena ibunya sudah mulai menyayangi Tito layaknya ibunda pada umumnya. Saat ini, justru Wahyu  tidak mau lepas dari anaknya itu.

“Pas dia pulang itu anaknya dimandiin pakai air dingin padahal anaknya baru 4 hari kasihan sekarang sudah menyatu sama anaknya,” katanya.

Ali pun pernah mencoba untuk meminta anak Tito jika ibunya tidak mau mengasuh, Namun, ibundanya tidak mengizinkan jika anaknya diasuh orang lain.

“Pesan ibunya itu enggak boleh dikasihkan siapa-siapa kecuali Pak Ali sampai besar pokoknya pasrah. Kemarin tak singgung kalo enggak niat, anakmu sini biar diemong teman saya, jangan katanya dia bilang,” ujar Ali.(Arief)