Beranda IBUKOTA Musta’in, Aggota Wajib Menabung Setiap Hari, Meski Hanya Rp 5.000

Musta’in, Aggota Wajib Menabung Setiap Hari, Meski Hanya Rp 5.000

BERBAGI
JAKARTA, kabarpolisi.com – Koperasi Pemuda Setia Hati Republik Indonesia (Kopashri) sudah berkiprah ikut membangun ekonomi rakyat sejak kelahirannya lima tahun silam.
Melalui program Simpan, Kopashri cukup berhasil memotivasi lima ratusan anggotanya agar selalu punya kesadaran menabung setiap harinya, meski hanya sebesar lima ribu rupiah. Hal ini ditanamkan Musta’in, Ketua Kopashri pada para anggotanya. Tapi,  tidak ada anggota Kopashri yang menyimpan uang dengan jumlah puluhan ribu rupiah per bulan. Sebagian besar anggota malah menyimpan di  Kopashri pada nominal puluhan juta rupiah perbulan.
Meski program inti Kopashri adalah Simpan, tapi anggota juga boleh mengajukan pinjaman.  Anggota yang mengajukan pinjaman tetap dikenakan bunga pinjaman sesuai standar yang ditetapkan Dewan Koperasi Indonesia.
“Setiap bulan Kopashri mengelola ratusan juta rupiah simpanan anggotanya,” jelas Sunoto, bendahara Kopashri.
Simpanan anggota tersebut sebagian dialokasikan untuk usaha konveksi. Sebuah usaha yang memberikan tambahan keuntungan yang lumayan bagi Kopashri.
Ratusan anggota Kopashri yang nota bene adalah pedagang kecil dan menengah merasa bersyukur dan bangga bergabung dengan Kopashri. Kopashri telah berperan aktif memberikan bimbingan untuk membangun aktivitas ekonomi menuju lebih baik. Bahkan Kopashri telah menjauhkan mereka dari jeratan rentenir. Beberapa orang anggota Kopashri menyatakan hal ini di Terminal Pasar Minggu, beberapa saat sebelum mudik bersama.
Kopashri kembali memfasilitasi anggotanya mudik bersama tahun ini. Setiap anggota tidak harus merogoh saku sebesar 650-750rb, untuk harga tiket menuju Tuban atau Bojonegoro seperti tarif yang berlaku saat ini.  Karena sebagian besar anggota Kopashri memang berasal dari dua kota tersebut. Harga tiket mudik hanya dikutip Rp 275.000,- per anggota. Keuntungan dari simpanan anggota dan bisnis konveksi jadi subsidi silang menutup harga tiket tersebut.
Didampingi Gultom, Kepala Terminal Pasar Minggu, Musta’in melepas tiga ratusan anggotanya mudik bersama.
(Muhammad Rezki)