Beranda KABAR IBUKOTA Penyebar Hoaks Kecelakaan Pesawat Lion Air Bisa Dipidana

Penyebar Hoaks Kecelakaan Pesawat Lion Air Bisa Dipidana

BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Polisi mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarkan foto-foto atau informasi yang tak benar soal jatuhnya pesawat Lion Air JT-610. Penyebar hoaks tersebut dapat dijerat undang-undang hukum pidana.

“Kepada pihak-pihak yang memiliki informasi hoaks tidak dibenarkan dan bisa dikenakan undang undang pidana,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/10).

Informasi yang tidak benar soal kecelakaan pesawat Lion Air JT-610 banyak beredar di grup apikasi WhatsAppdan media sosial. Salah satu foto yang beredar adalah seorang perempuan yang terlihat sedang menggunakan alat bantu pernapasan di dalam pesawat.

Namun setelah ditelusuri, foto tersebut bukan foto penumpang di pesawat yang jatuh di perairan Tanjung Pakis, Karawang, Jawa Barat.

Pesawat Lion Air JT-610 terbang dari Bandara Soekarno Hatta pada Senin (29/10) pukul 06.20 WIB menuju Bandara Depati Amir, Pangkalpinang.

Pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu tercatat membawa 189 orang di dalamnya yang terdiri dari 181 penumpang, dua pilot dan kopilot serta enam awak kabin. Hingga kini Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban.

Argo mengatakan penyebaran hoaks tersebut dapat memengaruhi trauma bagi pihak keluarga korban. Maka itu, dia meminta masyarakat tidak mendramatisasi dengan menyebarkan informasi yang tidak benar.

“Tentunya imbauan kepada masyarakat biar tidak mendramatisir berkaitan dengan kejadian ini, tapi kita ikut berduka berbelasungkawa semoga ini cepat dievakuasi seluruh korban,” tuturnya.

Saat ini, kata Argo, dia pun tengah mengkomunikasikan penyebaran hoaks itu dengan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Hal tersebut untuk mengusut lebih lanjut soal penyebaran hoaks yang marak terjadi.

“Kami komunikasikan dengan Ditreskrimsus,” tuturnya.

Pada hari kedua pascakecelakaan, Basarnas menyatakan sebanyak 812 personel gabungan diterjunkan untuk melanjutkan pencarian dan evakuasi korban. Pencarian hari ini difokuskan untuk mencari badan pesawat dan kotak hitam. (Muhammad Rezki)