Beranda KABAR IBUKOTA Tiga Remaja Ditemukan Tewas di Cilincing, Mabuk Lem?

Tiga Remaja Ditemukan Tewas di Cilincing, Mabuk Lem?

BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Tiga remaja, berinisial AAS (12), PT (8) dan SD (13). ditemukannya warga sudah tidak bernyawa sebuah lahan kosong milik PT Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Persero C4, Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, pada Senin (1/1/2018) sekitar 16.30 WIB.

Para korban yang masih remaja, berinisial AAS yang tinggal di Rumah Susun (rusun) Marunda Blok C5 no 403, PT tinggal Marunda Kongsi RT 004/007, Kelurahan Marunda, serta SD tinggal di Marunda Kongsi RT 004/007.

“Mereka, telah ditemukan tewas di lahan kosong milik dari PT KBN,” paparnya Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Reza Arif Dewanto, Senin (1/1/2018) kepada Tribunnews.com

Kasus berawal dari salah satu warga tinggal di Rusun Marunda bermain bola volly di lapangan Rusunawa Marunda Blok B. Bola volly tersebut terlempar ke lahan kosong itu.

Akhirnya kala warga rusun ini mau mengambil bola yang terpental ke dalam area tanah yang kosong milik PT KBN Persero tiba-tiba melihat ada 3 tiga sosok mayat anak laki-laki yang ada di lahan itu, tergeletak di balik pagar pembatas itu.

“Lalu, warga rusun ini teriak ada mayat dan mengundang warga rusun lainnya. Para warga pun langsung menghubungi polisi setempat,” kata Reza.

Mabuk Lem?

Di lokasi lanjut Reza, menemukan akan barang bukti berupa potongan kabel listrik dan lem. Ketika petugas melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menduga jika ketiga anak tersebut sebelumnya tengah asik menghirup lem dan mabuk.

Menurut Reza, bisa disimpulkan, lahan kosong itu ialah lahan yang sangat dilarang untuk masuk. Sebab ada plang larangan dari PT KBN.

Lalu, penyelidikan petugas di lokasi hasilnya dugaan kuat ketiga anak remaja ini habis pesta hirup lem, lantaran petugas menemukan plastik berisi lem sepatu dan pipa ini.

Tidak ada tanda penganiyaan dari ketiga tubuh anak ini, namun mereka tewas itu akibat tersengat listrik.

“Di lahan kosong itu kita temukan potongan kabel listrik tegangan cukup tinggi. Kemudian diperkirakan ketiganya ini (AAS, PT dan SD) sudah meninggal dua hari lalu. Sebab tubuh mereka sudah membusuk di lokasi,” paparnya. (Panji Baskhara.

Arief Rhamdani