Beranda OPINI Maafkan Ku Memilih Jokowi

Maafkan Ku Memilih Jokowi

BERBAGI

Maafkan Ku Memilih Jokowi

Maafkan Aku yang sedari 2014 memilih Jokowi, Aku tak paham lagi kenapa hati ini selalu padanya. Sebab Jokowi adalah sosok yang tabah, sabar menghadapi segala cacian. Itu satunya alasan, karena Indonesia adalah negara besar yang harus dipimpin oleh sosok yang sabar.

Pada pemilihan 2014 semua jaringan tokoh baik – baik yang aku kenal, yang bebas dari kekerasan, korupsi dan merdeka dengan usahanya sendiri adalah pemilih Jokowi. Tahun 2019 ini mereka masih memihak kepada Jokowi, walaupun mereka berdiam diri, tak mau publikasi. Tetapi secara pribadi mereka masih memilih jokowi.

Di negeri yang suka mencaci – maki, wajar saja mereka diam. Karena mereka orang terdidik, punya jaringan usaha yang besar dan sejumlah staff yang loyal. Mereka tenang, tapi aku yakin mereka akan meletuskan kebuntuan selama ini, saat – saat menjelang Pilpres.

Kecintaan kepada Jokowi adalah sebuah rasa yang penuh dengan sikap objektivitas, tidak hanya cinta yang ndak jelas saja. Aku suka pemimpin yang tenang, teliti, rendah hati, tetapi hasil kerjanya pasti. Bahkan dia dengan senang hati membangun provinsi yang meski pemilihnya rendah.

Provinsiku, Sumatera Barat adalah provinsi yang 2014 hanya memperoleh 23% suara, tetapi pembangunannya tidak tanggung – tanggung, sebutlah kawasan wisata Mandeh, Normalisasi sungai batang agam Payakumbuh, Pembangunan Kawasan di Solok Selatan, serta banyak lagi.

Aku tak mau pamer juga, karena Presidenku Jokowi berbuat dengan ikhlas. Berarti Aku juga ikhlas mendukungnya, sebab rasa hati seseorang pasti menular kepada orang lain. Tidak perlu aku tunjukan semua hasil kerja Jokowi, karena sudah bisa kita rasakan bersama.

Pesanku kepada pembenci Jokowi, banyak – banyaklah membaca, sering – sering keluar rumah. Sehingga Objektivitas yang sama bisa kita lahirkan bersama. Bukankah pesan Sjafruddin Prawiranegara (Presiden PDRI – Saya jelaskan kalau tidak tahu) “Jangan pernah kehilangan objektivitas meskipun terhadap orang yang tidak kita sukai.”

Baiklah sekian dulu tulisan saya, semoga kita menjadi makhluk yang suka membaca. Supaya tidak dituduh supresif, saya katakan bahwa Ranah Minang berterimakasih kepada Presiden Jokowi. (Fadly Riansyah)