Beranda OPINI Mari Kita Kembali ke Alquran dan As-Sunnah

Mari Kita Kembali ke Alquran dan As-Sunnah

BERBAGI

Oleh : H. Dicky Aditya *)

MUNGKIN Anda termasuk salah seorang yang mengapresiasi ajakan beberapa kalangan untuk kembali kepada Alquran dan As-Sunnah. Tentunya aneh bila ada umat muslim yang keberatan terhadap ajakan untuk menjadikan Alquran dan Sunnah sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan dalam berbagai dimensinya. Mengapa aneh? Karena ajakan tersebut sesuai dengan pesan Nabi shallallahu alaihi wa sallam melalui sabdanya :

تركت فيكم أمرين لن تضلوا ما تمسكتم بهما، كتاب الله وسنتي. رواه الحاكم.

“Aku wariskan kepadamu dua perkara yang kamu tidak akan tersesat bila dengan teguh kamu berpegang terhadap keduanya, yaitu kitab Allah dan sunnahku”. (HR Al-hakim).

Ajakan dan pesan tersebut bersifat umum, tidak hanya ditujukan kepada para alim, tapi juga kepada para awam yang merupakan golongan mayoritas dari umat ini.

Pertanyaannya: mungkinkah para awam selalu berpegang teguh pada Alquran dan Sunnah di dalam menjalani kehidupan mereka?

Pertanyaan ini muncul karena petunjuk-petunjuk Alquran dan Sunnah tidak selalu siap pakai (ready for use), karena banyak teks-teks dari dua kitab ini yang masih memerlukan penafsiran dan penjabaran yang hanya bisa dilakukan oleh para ahlinya dengan bantuan beberapa disiplin ilmu.

Pertanyaan tersebut sesungguhnya sudah tersedia jawabannya di dalam Alquran, yaitu firman Allah subhanahu wa ta’ala:

فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون

“Bertanyalah kepada yang memiliki pengetahuan jika kamu sendiri tidak tahu”.

Orang-orang yang memiliki pengetahun adalah para ulama dari kalangan shahabat, tabi’in, tabi’it tabi’in, para imam madzhab dan sejenisnya.

Dawuh-dawuh mereka (أقوالهم) tertuang di dalam kitab-kitab yang berjumlah ratusan ribu kitab, bahkan mungkin jutaan. Dan dawuh-dawuh itu tak lain adalah tafsiran dan penjabaran terhadap Alquran dan Sunnah.

Maka, bermadzhab dengan mengikuti salah satu dari para imam madzhab yang diyakini kedalaman ilmunya tidak menyimpang dari apa yang disebut “kembali kepada Alquran dan Sunnah”.

Sumber : Galamedianews.com