BERBAGI

Oleh : Arief Dian

Memakai helm putih dan menggunakan ban berlambang “PM” adalah ciri khas dari polisi militer. Ya, tentara yang satu ini selalu kita temukan saat iring-iringan orang penting lewat di tengah jalan. Berjejer di pinggir jalan, tegap berdiri tidak bergerak seperti patung, namun mata harus awas memandang.

Mungkin orang awan berpikiran bahwa tugas yang mereka paling mudah di militer. Tapi faktanya ternyata menjadi mereka adalah hal yang luar biasa sulit. Menjadi seorang polisi sekaligus tentara dalam waktu yang bersamaan. Bakal banyak suka duka yang dialami seorang polisi militer. Ingin tahu lebih lanjut tentang profesi ini, simak ulasan berikut.

Harus ikut dalam menjaga lalu lintas

Mengamankan Lalul intas [image source]
Seperti yang diketahui selain juga seorang tentara, dia juga harus berperan sebagai seorang polisi. Ya, sama seperti polisi-polisi lainnya, profesi yang satu ini kadang juga ikut dalam penegakkan tata tertib di jalan raya.

Biasanya polmil ini melakukan operasi gabungan dengan pihak polisi setempat untuk melakukan razia kendaraan bermotor yang tidak memiliki izin. Selain itu, polisi militer juga bertugas menjaga kedisiplinan yang ada di pasukan. Untuk menjadi polisi militer tidak mudah, karena dua profesi harus dilakukan sekaligus.

Penegak hukum di wilayah militer

Seperti halnya seorang polisi yang menjaga ketertiban di masyarakat, polmil juga harus menegakkan hukum di lingkungan militer.

Tugas seperti menyelidiki dan menangkap para tentara yang berbuat kriminal adalah hal yang harus dilakukan oleh seorang polisi militer. Mulai memeriksa delik perkara, hingga menyatakan status tersangka untuk diajukan ke pengadilan militer, semua tidak luput dari tugas profesi ini.

Alhasil, bukan hanya dididik untuk siap di medan perang, namun harus cermat dalam penyidikan. Menjadi seorang polisi militer memang tidak main-main.
Rasa pilu jika menangkap rekan

Hal yang membedakan profesi yang satu ini dengan profesi biasa adalah saat mereka harus menangkap sesama TNI.

Jika polisi biasa mungkin menangkap orang-orang yang tak dikenal yang berbuat kriminal, kalau polisi militer harus mungkin harus tega menangkap anggota tentara.

Dan itu tidak menutup kemungkinan jika orang yang dia tangkap mungkin adalah rekan atau kenalannya saat pelatihan dulu. Inilah yang menjadi dilema seorang polmil, namun mereka harus profesional dengan terpaksa membunuh rasa belas kasihannya.

Bertemu langsung orang penting

Ya, seorang polisi militer memang ditugaskan untuk mengawal langsung orang-orang penting. Bisa melihat secara langsung Presiden RI dan Wapresnya secara dekat adalah sebuah kesenangan tersendiri yang didapat oleh polmil ini.

Melakukan pengawalan khusus bersama paspampres adalah salah satu tugasnya. Belum lagi kalau orang yang datang adalah para pemimpin negara lain, wah semakin tambah senang dilihatnya. Pasalnya sangat jarang orang yang bisa melihat mereka secara langsung. Bisa melihat dari jauh saja sudah syukur, apalagi kalau ditunjuk untuk mengawal secara dekat, bisa tambah senang jadinya.

Tugas yang berbeda dengan tentara biasa

Berbeda dengan tentara biasa, para polisi militer ini tidak dilatih khusus untuk persiapan peperangan. Tugas mereka adalah menegakkan hukum di kalangan militer. Namun hal itu bukan berarti mereka tidak siap melindungi negara, pasalnya mereka tetap dididik secara militer dulunya.

Jika keadaan benar-benar mendesak mereka akan siap mengangkat senjata untuk maju digaris depan bersama para TNI yang lainnya. Namun untuk kesehariannya polmil sedikit lebih santai, ketimbang seorang tentara sekelas Denjaka atau Kopassus.

Profesi seorang polisi militer tidak bisa dikesampingkan, meskipun biasanya mereka hanya terlihat berdiri saja mengawal orang penting, ternyata ada tugas berat yang harus dijalankan. Mengemban dua tugas secara langsung bukanlah ternyata tidak mudah. Kita mesti salut atas para polisi militer ini ****