Beranda SOSOK Kompol Jose DC Fernandes : Anak Petani Lospalos Sang Pekerja Keras

Kompol Jose DC Fernandes : Anak Petani Lospalos Sang Pekerja Keras

BERBAGI

Kompol Jose DC Fernandes SIK

 

Lahir dari keluarga petani sederhana di Lospalos, Timor Leste, kini Komisaris Polisi Jose DC Fernandes menjabat Wakil Kapolres Pelalawan, Polda Riau.

Pria santun berwajah “Timur” ini dikenal sebagai seorang pekerja keras. Seorang anak muda yang gigih dan akrab dengan siapapun. Penampilannya memang sederhana.

Berbagai jabatan di kepolisian pernah diemban pria kelahiran, 29 Desember 1978 ini.

Lahir di Lospalos, sebuah Desa di Timor Leste (dulu Provinsi Timor Timur) Jose bersama 5 saudaranya, dibesarkan kedua orang tua seorang petani sederhana.

Karena anak petani dan bukan berasal dari keluarga berada, sejak kecil Jose sudah terbiasa hidup dengan membanting tulang. Pekerja keras.

“Karena terlahir sebagai anak seorang petani, kami berenam memang dituntut untuk bekerja keras. Namun begitu kami bangga, karena berkat itu semua kami mendapatkan pelajaran berharga,” ungkap Jose memulai pembicaraan dengan wartawan kabarpolisi.com Teuku Rio Wahid dan Ramlan Abdullah.

Bekerja keras sudah mulai dibiasakan sejak dirinya bersekolah di bangku SD sampai SMP di Lospalos.

Perjuangan yang keras harus dilakukan Jose untuk mendapatkan pendidikan. Untuk mencapai sekolah, Jose harus berjalan kaki sejauh lebih dari dua kilometer. Ironisnya, semua itu dilaluinya tanpa menggunakan alas kaki.

“Selain tanpa alas kaki, saya saat itu juga tidak memakai tas. Saya hanya menggunakan kantong plastik untuk membawa peralatan sekolah,” ucapnya.

Kegigihan Jose bersekolah ini pernah diuji pada suatu ketika. Saat itu, hujan dengan intensitas besar melanda kampungnya.

Akibatnya, banjir menggenangi hampir setiap sudut wilayah desanya. “Walau demikian, saya tetap bersekolah. Karena saya mempunyai keinginan untuk terus belajar mencari ilmu demi cita-cita besar yang ingin saya gapai,” tutur Jose.

Setelah menamatkan SMP di Lospalos, Jose pun kemudian memberanikan diri ‘merantau’ ke ibukota Timor Leste, Dili.

Di sana, Jose meneruskan pendidikan SMA-nya di sebuah SMA swasta. Lagi-lagi, di Dili, perjuangan Jose diuji lagi, karena ia hanya hidup sendiri. Sehingga ia harus dapat memenuhi semua kebutuhan hidupnya.

Namun masa SMA juga menjadi awal titiknya menempa pengalaman yang berharga. Kemahirannya dalam bermain sepakbola membuat ia menjadi atlet yang diandalkan. Tak hanya bagi sekolah, namun juga bagi Dili dan Timor Leste.

Bahkan Jose mampu mendapatkan piagam penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) saat itu karena prestasinya sebagai pemain sepakbola.

Piagam Menpora

Saat pemberian piagam penghargaan itu menjadi sebuah momen yang tak terlupakan bagi Jose. Pasalnya, saat itu merupakan awal pertama Jose kagum melihat sosok angkatan, terutama polisi. Ia seketika tertarik melihat sosok polisi yang hadir dalam pemberian penghargaan hari itu

“Waktu saya mendapatkan piagam dari Menpora, di situ saya melihat seorang polisi dan ingin menjadi polisi juga. Yang membuat saya menginginkan untuk menjadi seorang polisi karena saat itu saya tidak pernah melihat polisi ataupun tentara,” terangnya.

Niat besarnya itu sudah bulat, Keinginan menggebu dan membuat dirinya ingin sekali menggapai keinginannya tersebut. Jose pun lalu mencari informasi bagaimana cara untuk menjadi polisi, setelah lulus SMA.

Saat mencari informasi itu, Jose menjadi sedikit panik mulanya. Karena ada isu kalau menjadi polisi atau mengikuti tes polisi, harus memerlukan uang yang cukup besar. Khususnya bagi yang ingin masuk dalam Akademi Kepolisian (Akpol),Hal ini cukup mengganggu pikirannya.”Bagaimana saya bisa mendapatkan uang untuk masuk Akpol, sementara untuk kehidupan hari-hari saja, saya harus mati-matian,” ujarnya.

Namun, bukan Jose namanya kalau langsung menyerah,dirinya pun dengan semangat tinggi dan kerja keras akhirnya berhasil masuk sebagai taruna Akpol,dan kerja keras serta semangatnya itu membuahkan hasil, ia pun akhirnya lolos menjadi siswa Akpol pada tahun 2001.

“Puji syukur pada Tuhan, sebab saya akhirnya lolos dan menjadi taruna Akpol pada tahun 2001,” ucap Jose.

Setelah lulus pendidikan, Jose pun memulai tugasnya bersama institusi kepolisian. Awal tugasnya saat itu adalah di Polres Maluku Tenggara.

Di jajaran Polda Riau, Jose masuk pada sekitar tahun 2008 atau setelah lulus Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK). Saat itu dirinya dipercaya menjadi Kapolsek Bagansiapiapi, Polres Rokan Hilir (Rohil), Riau.

Sejak saat itu, sejumlah posisi penting pernah diembankan kepada Jose di Riau. Mulai dari Kasat Narkoba Polres Dumai, Kasat Reskrim Polres Rohil, Kapolsek Bagansinembah, Kapolsek Mandau, Kanit 1 Pamobvit Polda Riau, Wakapolres Kuansing hingga saat ini dipercaya menjabat Wakapolres Pelalawan.

Bagi Jose sebuah kebanggaan yang besar bagi dirinya untuk berdinas di korps Tribrata ini. Menurutnya, fungsi dan tugas kepolisian yang sangat menyentuh pelayanan kepada masyarakat adalah pekerjaan mulia.

“Makanya semua tugas yang diberikan, saya jalankan dengan sebaik mungkin. Sebab saya sudah mencintai profesi ini. Dan yang lebih terpenting lagi, saya mencintai negeri ini. Saya cinta merah putih” katanya.

Ia berharap kedepan, dirinya dapat lebih berperan dalam menuntaskan program-program Kapolri Jenderal Tito Karnavian, khususnya mewujudkan program polisi yang Profesional, Terpercaya dan Modern atau Promoter.

Berikut biodata Kompol Jose DC Fernandes SIK.

Penempatan Tugas :

Polres Maluku Tenggara
Kanit Resintel Polsek Dobo
Kapolsek Tanimbar Utara Polres Maluku Utara
Kasat Reskrim Polres Maluku Tenggara
Panit 1 Tipiter Polda Maluku
Kapolsek Bagansiapiapi Polres Rohil
Kasat Narkoba Polres Dumai
Kasat Reskrim Polres Rohil
Kapolsek Bagansinembah Polres Rohil
Kapolsek Mandau Polres Bengkalis
Kanit 1 Pamobvit Polda Riau
Wakapolres Kuansing
Wakapolres Pelalawan.

***