Beranda GAYA HIDUP Leo Kristi Wariskan Sederet Karya

Leo Kristi Wariskan Sederet Karya

BERBAGI

JAKARTA, kabarpolisi.com – Indonesia kembali kehilangan musisi balada terbaikny, penyanyi balada Leo Imam Soekarno alias Leo Kristi meninggal dunia Ahad dini hari, sekitar pukul 00.45 Waktu Indonesia Barat, di RS Emmanuel, Bandung.  Leo Kristi meninggal dalam usia 67 tahun.

Leo dirawat di rumah sakit sejak akhir bulan April. Sahabat Leo Kristi, Djati Nurani mengatakan “Berawal dari diare yang telat penanganannya, dan disebabkan oleh amuba,”

Leo Kristi lahir di Surabaya, Jawa Timur, 8 Agustus 1949. Leo mendirikan grup musik beraliran progressive rock, Lemon Tree’s, bersama Gombloh dan Franky Sahilatua. Nadia & Atmospheer menjadi album pertama Lemon Tree’s.

Karena kegemarannya berkelana, Leo dikenal juga sebagai troubadour Indonesia dan telah berkali-kali menggelar konser musik yang dinamainya Konser Rakyat Leo Kristi dengan memainkan musik balada, semangat cinta bangsa, kisah rakyat dengan sentuhan folk hingga country, serta lirik-lirik suara rakyat dan puitis.

Beberapa albumnya Leo Kristi antara lain Nyanyian Fajar (1975), Nyanyian Malam (1976), Nyanyian Tanah Merdeka (1977), Nyanyian Cinta (1978), Nyanyian Tambur Jalan (1980), Lintasan Hijau Hitam (1984), Biru Emas Bintang Tani (1985) yang gagal beredar, Deretan Rel Rel Salam Dari Desa (1985, aransemen baru), (Diapenta) Anak Merdeka (1991), Catur Paramita (1993) dan Tembang Lestari (1995, direkam pada CD terbatas), Warm, Fresh and Healthy (17 Desember 2010), dan album Hitam Putih Orche (2015).

Meski kini Leo Kristi telah tiada, namun karya dan musikalitasnya menjadi warisan yang akan selalu dikenang. Selamat jalan, Cak Leo! (RED)