Beranda SOSOK Putra Kapolda Metro Jaya Ini Langganan Medali Olimpiade Dunia, Ini 5 Fakta...

Putra Kapolda Metro Jaya Ini Langganan Medali Olimpiade Dunia, Ini 5 Fakta tentang Irfan Urane Azis

BERBAGI

Irfan Urane Azis dengan Presiden Joko Widodo (Foto Istimewa)

Irfan Urane Azis (16) beberapa waktu lalu menjadi sorotan media. Bukan karena dia seorang putra Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Idham Aziz, melainkan prestasi yang telah ditorehkannya di kancah internasional.

Ya, Irfan baru saja menyabet penghargaan Grand Champion dalam ajang International Mathematics Contest Singapura (IMCS), yang diselenggarakan pada 4 hingga 7 Agustus lalu di Singapura.

Bukan kali pertama Irfan menyabet penghargaan dalam olimpiade sains dan mengharumkan nama keluarga dan negara. Ternyata sudah banyak prestasi dalam bidang tersebut yang diperolehnya.

Kepada brilio.net, Minggu (20/8), cowok yang terdaftar sebagai siswa kelas 11 SMA Taruna Nusantara, Magelang, Jawa Tengah tersebut berbagi kisah prestasinya.

Yuk, kenalan sama anak ke-2 dari pasangan Irjen Idham Aziz dan Fitri Handari ini.

1. Jatuh cinta sama Matematika.
Irfan adalah pribadi yang sangat jatuh cinta dengan sains, terutama Matematika. Menurutnya, Matematika itu menantang dan asyik. “Ada kepuasan tersendiri saat berputar-putar mengerjakan soal-soal dan akhirnya kita dapat jawabannya,” ujarnya.

2. Deretan penghargaan yang didapat.
Anak ke-2 dari empat bersaudara ini ternyata sudah berkali-kali mengikuti perlombaan Matematika, lho. Deretan penghargaan, termasuk medali emas dan perak berhasil diperolehnya.

Sebut saja seperti 1st Place American Mathematics Competition (AMC8) tahun 2014, 3 Gold Medals Wizard at Mathematics International Competition (WIZMIC India) tahun 2014, Gold Asia International Mathematics Olympiad Open Contest tahun 2015, Medali Emas Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Matematika Tingkat SMP 2015, 2 Gold Medals International Teenagers Mathematics Olympiad (ITMO Malaysia) 2015, Medali Perunggu Olimpiade Sains Nasional (OSN) Bidang Matematika Tingkat SMA 2016, Juara I Lomba Matematika Tingkat Nasional UGM Yogyakarta 2016, Kompetisi Matematika Nalaria Realistik Tingkat Nasional Ke-12 Medali Emas (Best of the Best) 2017, Medali Perak Olimpiade Sains Nasional SMA Tingkat Nasional 2017, dan masih banyak lagi.
Nah, penghargaan terbaru Irfan adalah Grand Champion dalam ajang International Mathematics Contest Singapura (IMCS) pada Agustus lalu.

Sebelum mengikuti IMCS, Irfan menjalani pembinaan di sekolah. Lantas, selama satu minggu dia dan peserta IMCS lainnya mendapat karantina di Klinik Pendidikan MIPA (KPM) di Laladon, Ciomas, Bogor, Jawa Barat.

IMCS sendiri diikuti oleh 1178 orang yang berasal dari China, Malaysia, Hongkong, Taiwan, Filipina, Indonesia, Korea, Thailand, Iran, Vietnam dan Australia. Dari Indonesia, ada 129 pelajar yang berasal dari berbagai daerah, termasuk Irfan salah satunya.

“Alhamdulillah saya mendapat Grand Champion dan Gold Prize,” kata Irfan.

3. Dukungan orangtua kepada Irfan.
Irfan menyampaikan bahwa orangtuanya tidak pernah mengarahkannya harus menyukai Matematika, apalagi selalu ikut olimpiade.

“Ortu membebaskan memilih bidang apa saja. Tetapi kedua orangtua saya selalu menasehati lakukan yang terbaik di bidang yang dipilih,” ungkapnya.

Lebih lanjut, cowok berkacamata ini menyebutkan dukungan orangtuanya sangatlah besar.

Mereka selalu memotivasi, mendukung, dan menasihati Irfan. “Walaupun saya di asrama dan kedua orangtua saya jauh, ibu saya sering mengirimkan soal-soal untuk saya kerjakan sebagai latihan persiapan lomba selanjutnya,” imbuh Irfan.

4. Pesan orangtua yang selalu menjadi pegangan Irfan.

Sebagai anak, idolanya adalah orangtua. Sama seperti Irfan yang mengidolakan sosok ayahnya. Menurutnya, sang ayah adalah sosok yang tegas, disiplin, dan peduli terhadap anak-anaknya. Kendati, Irfan dan kakak laki-lakinya tinggal di asrama dan jauh dari keluarga, hubungan mereka tetap dekat dan hangat.

Selain itu, cowok yang memiliki hobi basket dan main gitar ini juga punya pegangan tersendiri dalam hidupnya. Pegangan yang selama ini selalu diberikan oleh kedua orangtuanya.

“Yang pertama adalah pesan bapak saya, ‘Kerjakan hari ini juga karena esok adalah alasan dari kemalasan dan ketidakmampuan yang artinya jangan menunda-nunda.’

Lalu, yang kedua pesan Ibu saya, ‘Di atas langit masih ada langit yang mengajarkan kita untuk humble dan tidak sombong.’,” terang siswa yang sekolah di SMA Taruna Nusantara lewat jalur beasiswa prestasi ini.

5. Pengaruh jadi anak orang terpandang dalam pencapaian prestasi. Sebagai anak orang terpandang, terkhusus di jajaran kepolisian, tak membuat Irfan jemawa, termasuk dalam urusan pencapaian prestasinya. Irfan mengaku tetap harus berjuang sendiri karena dalam olimpiade Matematika yang diikuti sangatlah fair dan objektif. Tak peduli latar belakang atau status keluarga. Siapa yang melakukan persiapan lebih matang, maka dia yang menang.

“Tidak ada beban di diri saya karena saya menjalani semuanya dengan enjoy. Olimpiade memberi saya kesempatan bertemu teman-teman baru dari berbagai negara,” tandas cowok yang bercita-cita menjadi polisi seperti ayahnya ini. (Rizal)