Beranda SOSOK Kombes Polisi Himawan Bayu Aji : Anak Tentara Pecinta Ulama

Kombes Polisi Himawan Bayu Aji : Anak Tentara Pecinta Ulama

BERBAGI

Mas Himawan, begitu panggilan akrabnya. Lengkapnya :  Komisaris Besar Polisi Drs. Himawan Bayu Aji, SIK, SH, MH. Kini Kapolresta Sidoarjo, Polda Jawa Timur.

Sosok perwira menengah Polri berlatar belakang reserse ini, termasuk polisi kaya inovasi, kaya gagasan. Ditopang sosoknya yang ramah. Mudah bergaul dan bisa menjadi rekan diskusi yang mengasyikkan.

Beberapa bulan menjabat Kapolresta Sidoarjo, lelaki kelahiran Jakarta 6 Desember 1972 ini – gagasan dan inovasinya – sudah menyita perhatian publik, termasuk media ini.

Himawan Bayu Aji putra seorang purnawirawan perwira tinggi TNI ini menghabiskan masa kecil dan remaja nya di Jakarta. Walaupun lahir dari keluarga militer, sosok pria ini ramah.

Tentang kedekatannya dengan ulama, itu terlihat baru beberapa jam dilantik jadi Kapolresta, Himawan sudah langsung sowan ke ulama-ulama terkemuka di Sidoarjo dan melakukan shalat berjamaah. ” Ulama kan pewaris nabi. Sejak kecil kami diajar orang tua menghormati ulama,” katanya pada satu kesempatan.

Beberapa hari menjabat dia langsung turun ke lapangan. Mengecek seluruh Polsek di wilayah kerjanya. Mengecek stasiun kereta api, terminal bus  Bungurasih yang paling sibuk di Indonesia dan Bandara Juanda yang berada di wilayah yang ia pimpin.

Setelah upacara sertijab sebagai Kapolresta Sidoarjo, alumnus Akademi Kepolisian Tahun 1995 ini langsung mendatangi Ketua Nahdlatul Ulama (NU)  Kabupaten Sidoarjo dan kemudian lanjut road show kepada para Kyai antara lain KH. Amirudin Mu’in selaku Pimpinan Yayasan Pendidikan Sabilur Rosyad Sidoarjo, KH. Abd. Salam selaku pimpinan Ponpes Al-Khoziny Buduran dsb.

Kedekatannya dengan para ulama salah satu wujudnya adalah menjenguk para Kyai yang sedang dirawat di rumah sakit.

Begitu juga hubungannya dengan Forum Pimpinan Daerah Sidoarjo. Dia membangun komunikasi yang baik dengan Bupati, Kajari, Dandim dan kalangan tokoh masyarakat mau pun komunitas buruh di Sidoarjo. Dia juga melakukan komunikasi dengan para pimpinan perusahaan yang berada di Kabupaten berpenduduk lebih dari dua juta jiwa itu.

Pada Hari Santri Nasional (HSN) di gelar di stadion Gelora Delta Sidoarjo, Minggu 22 Oktober 2017 yang dihadiri hampir 100 ribu peserta berlangsung aman. Dia menurunkan 585 anggota Polri dibantu 100 TNI, Banser 450 orang Satpol PP. 75 orang di sebar semua titik rawan macet mulai dari 3 ( tiga ) titik kumpul santri di Nadjid Agung alun2 , Masjid Baitus Su’ada Gading Fajar Dumokali dan Masjid Jati depan Perum Kahuripan Nirwana.

Menurut Himawan, kegiatan HSN tingkat nasional diamankan sedemikian rupa sesuai aturan dan prosedur pengamanan agar kegiatan tersebut berjalan dengan lancar dan kondusif.

Kemudian, Polresta Sidoarjo dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sidoarjo membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Tanah. Nota kesepakatan (MoU) tersebut bertujuan untuk mengatasi masalah sengketa tanah yang ada di wilayah Sidoarjo.

“Pembentukan satgas ini adalah menindaklanjuti ‘MoU’ yang sudah dilakukan Kapolda Jatim dengan BPN Kanwil Jatim, Maret 2017 lalu,” ujarnya usai melakukan penandatanganan nota kesepakatan di Aula Hotel Sun City, Rabu, (16/08/2017).

Polresta Sidoarjo melaksanakan pelatihan kemampuan media sosial dan media online guna mendukung tugas Polri dalam pelayanan publik berbasis tehnologi informasi, Sabtu.29 Juli 2017A di Aula Bharadaksa Polresta Sidoarjo.

Menggelar pengobatan gratis dan santunan untuk anak yatim piatu di Pondok Pesantren Millenium Roudlotul Jannah, Desa Tenggulunan Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo dia lakukan di Pondok Pesantren ini dihuni 235 anak yatim piatu dan empat diantaranya bayi.

Mengantisipasi rencana unjuk rasa besar-besaran buruh di PT Unilever Indonesia, Rungkut dan Ke Pemprov Jawa Timur pada 30 dan 31 Oktober 2017 Himawan Bayu Aji mengumpulkan 26 serikat buruh di rumah makan Taman Pinang Sidoarjo.

Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) dan implementasinya dalam pelayanan Kamtibmas yg membuahkan kepercayaan Masyarakat.

Dia juga melakukan paparan. Materi kuliah umum di Sespima (Sekolah Pimpinan Pertama) Polri angkatan 58, Kamis 9 November 2017 di Graha Kualita Sespima Jl Ciputat Raya No 40 Jakarta Selatan.

Namun ada beberapa gebrakan Himawan Bayu Aji yang menjadi catatan khusus media online kabarpolisi.com.

Pertama, dekatnya hubungannya dengan ulama di Sidoarjo. Kedua, kemampuannya menggalang serikat buruh di Sidoarjo. Ketiga kemampuannya membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat melalui apa yang disebut dengan cangkrukan (nongkrong bareng) dengan masyarakat.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka Kemitraan antara Polresta Sidoarjo dengan masyarakat Puri Surya Jaya Gedangan melalui Crisis Centre Dhuafa dlm mengatasi permasalahan” sosial.

Beberapa tokoh masyarakat Sidoarjo kepada awak media mengaku senang dengan program-program yang dilaksanakan Polresta Sidoarjo. Termasuk pelayanan prima dalam pengurusan dokumen di Polresta Sidoarjo.

Dalam acara Cangkrukan misalnya masyarakat bisa bertanya langsung kepada Kapolresta dan jajarannya terhadap berbagai persoalan di masyarakat misalnya masalah Kamtibmas, Lalu Lintas, Pelayanan Prima dan berita-berita hoak yang menyebar di media sosial.

Dan yang keempat dia  membuat kesepakatan dengan Pemkab Sidoarjo yakni memasukkan bahaya narkoba dalam kurikulum pendidikan lokal di Sidoarjo.

Menurut catatan kami, dialah satu-satunya Kapolresta yang melakukan kesepakatan dengan Pemkab/Pemko tentang bahaya narkoba.

Penandatanganan Nota Kesepahaman ini disaksikan Forkopimda Kabupaten Sidoarjo, Ka BNNK Kabupaten Sidoarjo, Wakapolresta, Ketua MUI Kabupaten Sidoarjo, Kabag, Kasat dan Kapolsek jajaran Resta Sidoarjo, Kepala sekolah SMP se Kabupaten Sidoarjo dan Pelajar SMP sebanyak 1000 orang.

Nota Kesepahaman yang ditandatangani ttg Pencegahan Pemberantasan Penanggulangan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) untuk dimasukkan dlm pelajan sekolah.

“kegiatan ini dilakukan dalam rangka implementasi pelaksanaan tugas Polri dalam tataran Pre Emtif dgn melakukan edukasi kpd masyarakat khususnya para pelajar di Kabupaten Sidoarjo,” kata Himawan.

Karena itulah Pemimpin Redaksi kabarpolisi.com Ben Ibratama Tanur menemui ayah tiga anak ini ke Sidoarjo untuk melakukan wawancara eksklusif.

Namun, dengan rendah hati anak seorang perwira tinggi purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) ini mengatakan, apa yang dia bikin bagian dari kewajibannya sebagai seorang polisi.

Himawan juga beberapa kali melakukan penugasan dan pendidikan di Luar Negeri antara lain di Thailand, Los Angeles AS, Colorado AS, Manila Dan London Inggris adalah sosok polisi yang sederhana. Dia bisa akrab dengan siapa saja.

Himawan Bayu Aji juga telah banyak mengalami dinas di berbagai kota di Indonesia. Dia pernah dinas di Medan, Batam, Riau, Sampit, Jakarta dan kini di Sidoarjo. Lahir di Jakarta. Himawan menyelesaikan SD, SMP dan SMA juga di Ibukota.

“Polisi itu kan pelayan masyarakat. Jadi kalau saya mencoba dekat dengan masyarakat dan tokoh-tokoh masyarakat, itu bagian dari tugas Polri. Tak ada yang luar biasa. Biasa saja,” kata alumnus Akademi Kepolisian Tahun 1995 ini mengawali wawancara.

Berikut petikan wawancara dengan Himawan Bayu Aji mantan Kasubdit IT dan Cybercrime Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri :

Dari Jakarta, kami khusus datang menemui Anda. Banyak terobosan yang Anda lakukan. Terakhir bikin kesepakatan dengan Pemkab Sidoarjo. Memasukkan bahaya narkoba dalam kurikulum pengajaran. Ide siapa?

Narkoba bukan lagi sekedar masalah tindak dan tangkap. Bukan. Masalah narkoba ini ancaman serius bagi bangsa. Terutama generasi muda. Anak sekolahan. Yang terjerat narkoba lebih banyak faktor ketidaktahuan. Ikut-ikutan. Dipengaruhi teman. Karena itulah kami mengandeng Pemkab Sidoarjo dan Dinas pendidikan agar masalah ini bisa masuk kurikulum pengajaran di sekolah. Dan, Alhamdulillah dapat sambutan yang baik dari Pemkab Sidoarjo. Materi sedang disiapkan staf saya. Reserse bagian narkoba. Kami juga melibatkan ahli-ahli pendidikan. Agar pangajaran nanti gampang dicerna. Dipahami anak didik. Kami juga menggandeng Badan Narkotika Provinsi. Kabupaten juga.

Setahu kami Anda polisi berlatar belakang kejahatan IT dan Siber. Banyak kasus-kasus kejahatan Siber yang Anda bongkar waktu masih dinas di Bareskrim Polri?

Sebenarnya setiap anggota Polri itu harus memahami banyak hal. Mulai dari Intelijen, reserse, Lalu Lintas, Shabara dan lain-lain. Dari Akpol sampai Sespimen kami dididik mempelajari banyak hal. Terutama yang menyangkut tugas-tugas kepolisian. Tapi untuk pendalaman tentu harus lebih banyak belajar sendiri. Pengalaman juga menentukan. Alhamdulillah. Saya juga suka baca dan diskusi.

Perbedaan apa yang Anda rasakan waktu dinas di Mabes Polri dengan di Sidoarjo. Mana yang enak? ?

(Tersenyum). Ya bedalah Bang. Bareskrim itu wilayah kerjanya nasional. Saya fokus pada satu bidang kejahatan IT dan Siber. Kalau Kapolresta kan hanya di sebuah Kabupaten tapi mengurus banyak hal. Mulai dari mengungkap kejahatan, manjaga kondusifitas dan keamanan wilayah. Membangun komunikasi dengan pimpinan daerah dan masyarakat. Banyak sekali. Sampai mikirin anggota sakit dan anggota ulang tahun. Kalau ditanya enak. Semuanya enak saja. Jadi anggota Polri itu siap ditugaskan di mana pun. Siap menjalankan perintah pimpinan. Kunci nya bukan enak. Tapi tanggung jawab. Dimana pun kita ditugaskan yang penting laksanakan tugas dengan tanggung jawab penuh. Total. Berhasil atau tidak tentu pimpinan yang menilai. Yang penting kita sudah bekerja dengan sungguh-sungguh dan tetap mengharap Ridho Allah SWT.

Kami lihat Anda cukup dekat dengan Ulama? Apa yang dicari?

Ulama itu pewaris Nabi. Nasehat-nasehat ulama sangat saya butuhkan dalam menjalankan tugas. Apalagi Sidoarjo. Ini kan kota santri. Banyak pesantren di sini. Saya harus rutin membangun komunikasi. Sowan. Mudah mudahan dapat berkah juga dari ulama (tersenyum). Di mana pun saya berdinas saya usahakan dekat dan membangun komunikasi dengan tangan tokoh-tokoh masyarakat. Saya selalu mempelajari karakteristik masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.

Tapi Sidoarjo juga kota buruh. Ini pusatnya buruh di Jawa Timur. Gak pusing ngurus buruh? Demo dan berbagai ragamnya

Alhamdulillah. Saya juga selalu membangun komunikasi dengan tokoh-tokoh dan serikat buruh. Juga dengan Instansi Pemerintah yang mengurus buruh. Saya pelajari apa permasalahan buruh. Biasanya soal kesejahteraan dengan instansi terkait atau perusahaan mereka. Karena buruh juga keluarga kita. Jadi saya coba bangun komunikasi dua arah. Kuncinya di komunikasi.

Karena itu Anda mengumpulkan 26 Serikat Buruh di Sidoarjo waktu mereka mau unjuk rasa ke Pemprov Jawa Timur? Apa urusan polisi dengan kesejahteraan buruh?

Urusan kami bukan dengan kesejahteraan. Tapi dengan masalah kondusifitas kamtibmas. Jika ada rencana buruh mau unjuk rasa besar-besaran, kami undang pimpinan mereka. Kami juga undang instansi terkait. Kami jembatani. Silahkan demo tapi tertib. Jangan rusuh. Jaga kepentingan masyarakat lain. Jangan mengganggu lalu lintas. Alhamdulillah sejauh ini unjuk rasa yang mereka lakukan berjalan dengan baik. Tertib. Insha Allah aman.

Anda juga sering melakukan Cangkrukan (nongkrong bareng) masyarakat. Apa yang dicari?

Saya tidak mencari apa pun. Seperti yang saya katakan tadi. Intinya membangun komunikasi langsung. Komunikasi dua arah. Dari nongkrong bareng ini ada diskusi. Tanya jawab langsung. Kami juga bisa membawa pesan -pesan kamtibmas. Pesan tertib berlalu lintas. Dalam acara itu kami bisa menjelaskan tugas pokok polisi. Kami bisa menjelaskan masalah berita hoax dan sebagainya. Dari masyarakat kami juga dapat masukan tentang daerah rawan kamtibmas, rawan kecelakaan lalu lintas. Begitu juga tanggapan masyarakat terhadap pelayanan anggota kami di lapangan.

Sepertinya semua Anda kerjakan sendiri? Staf-staf apa dong tugasnya?

Yang bilang saya kerjakan sendiri siapa (tertawa). Dalam setiap kegiatan saya selalu membawa staf. Mulai dari Kasat Intelkam, Kasat Reskrim, Kasat Narkoba juga Kasat Lantas dan Kasubag Humas. Staf terkait pasti saya ajak. Karena semua fungsi kepolisian itu dalam kehidupan masyarakat. Nanti staf menjabarkan dalam pelaksanaan teknis. Alhamdulillah staf saya baik-baik semua. Mereka paham apa yang harus dikerjakan. Tugas jadi ringan jika dikerjakan bersama.