Beranda SERBA SERBI Duel Dengan Senjata Tajam, Sopir Truk Tewas Bersimbah Darah

Duel Dengan Senjata Tajam, Sopir Truk Tewas Bersimbah Darah

BERBAGI

LIMAPULUH KOTA, kabarpolisi.com – Seorang warga Jorong Simpang Kenanga, Nagari (Desa Adat) Sungai Antuan, Kecamatan Mungka, Kabupaten Limapuluh Kota, Provinsi Sumatera Barat (sumbar) tewas bersimbah darah. Korban yang diketahui bernama Rio (34) tewas akibat melakukan perkelahian menggunakan sejata tajam dengan Fikri (24) dalam kondisi kritis,Sabtu (21/10/2017).

“Keduanya sempat berkelahi sekitar pukul 22.00 Wib di lokasi sepi. Keduanya diduga saling memakai benda tajam,” terang Eripal Sekretaris Kecamatan Mungka, Minggu (22/10) siang ketika dihubungi wartawan.

Eripal mengatakan, kedua korban yang melakukan perkelahian tersebut merupakan warga satu kampung, belum jelas apa penyebab perkelahian yang dilakuan oleh kedua orang tersebut.

“Keduanya satu sepesukuan. Awalnya sempat bekelahi juga dan sudah diselesaikan,” terang Eripal lagi.

Kemudian, tak berapa lama, kedua nya yang sama-sama mengendarai sepeda motor berhenti di lokasi sepi dan sempat berkelahi menggunakan pisau.

“Keduanya memakai pisau. Tidak ada yang melihat langsung korban yang berkelahi di lokasi kejadian. Perkelahian keduanya diketahui ketika korban sudah saling lari dalam kondisi terluka dan berlumuran darah ke rumah masing-masing,” ucapnya lagi.

Rio merupakan bapak 4 anak yang bekerja sebagai sopir truk pengangkut kotoran ayam ke Riau. Sedangkan, Fikri pemuda pengangguran. “Sesampai Rio dirumah, tubuhnya lemah dan pucat karena kehabisan darah, akhirnya korban meninggal dunia,” ucapnya lagi.

Sedangkan Fikri mengalami luka robek beberapa bagian tubuh. Hingga akhirnya dilarikan ke rumah sakit di Payakumbuh. “Yang satu tewas, yang satu luka parah,” ucap Sekcam lagi.

Sementara Kepala Polisi Resor Limapuluh Kota AKBP Haris Hadis melalui Kepala Polisi Sektor Guguak AKP Akno Palindo membenarkan adanya perkelahian antara kedua pemuda tersebut.Polisi masih mendalami apa motif keduanya saling tikam.

“Motif masih kita dalami. Saat ini dalam pengembangan,” terang AKP Akno Palindo. (Rino)