BERBAGI

PALANGKA RAYA, kabarpolisi.com – Polda Kalteng menetapkan 2 perusahaan sebagai tersangka terkait masalah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sedangkan untuk perseorangan, ada 203 orang yang ditetapkan jadi tersangka, sepanjang tahun 2019.

“Semuanya ada 96 Laporan Polisi (LP). Berarti dalam satu LP lebih dari satu orang tersangka,” kata Kabidhumas Polda Kalteng Kombes Pol Hendra Rochmawan didampingi Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kombes Pol Pasma Royce, saat menggelar press rilis diruang Bidhumas, Jumat (20/12/2019) siang.

Sementara itu dalam proses tersebut, penyidik menghadirkan sebanyak 354 saksi dan 215 barang bukti yang turut diamankan.

Hendra menuturkan dari 96 LP tersisa ada 4 yang masih dalam proses sidik tahap satu. Kemudian, 2 LP di SP3, 19 LP dalam proses sidik tahap satu dan 71 LP tahap Dua.

Ditempat yang sama, Dirreskrimsus Polda Kalteng Pasma Royce menyatakan, sepanjang tahun 2019 pihaknya telah menangani sebanyak 3 perkara Karhutla perusahaan (Korporasi).

Dari 3 perkara tersebut, 2 diantaranya sudah ditetapkan statusnya menjadi tersangka. Sedangkan 1 perusahaan masih dalam proses sidik.

“Kami saat ini sedang menangani 3 perkara perusahaan yang sedang berjalan terkait Karhutla. Yang 2 sudah proses tahap satu. Artinya, berkas perkara sudah kita kirim kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang satu lagi sedang proses sidik,” sebut Pasma.

Pasma berharap, semoga pada tahun 2019 ini yang 2 perusahaan sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka sudah P21.

“Terhadap tersangka kita kenakan pasal 98 ayat (1) dan pasal 93 ayat (1) UU Lingkungan Hidup Dan Kehutanan,” tutupnya.(Masroby/Parlin)

BACA JUGA  Tingkatkan Produksi Pangan, TNI-Polri Tanam Padi Bersama Petani