Begini Cara Polri Mengungkap Keaslian Foto Syur Firza Husein, Bisa Tembus Database KTP

Firza Husein (Foto Tribunnews.com)

JAKARTA, kabarpolisi.com – Terlepas dari pro kontra atas kasus tersebarnya foto syur yang diduga melibatkan Firza Husein, ternyata ada ilmu di kepolisian yang patut kita ketahui.

Pernah dengar lembaga Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (INAFIS) milik Mabes Polri?

Lembaga INAFIS sebelumnya bernama Pusat Identifikasi Polri.

INAFIS merupakan sebuah sistem identifikasi yang memiliki pusat data setiap individu warga negara Indonesia tak terkecuali bayi begitu lahir.

Nah, untuk mengungkap asli atau tidaknya sebuah foto, pihak Polri mendatangkan ahli pengenalan wajah (face recognition) dari INAFIS.

Seperti dilansir Grid.ID dari Kompas.com bahwa ahli pengenalan wajah dari Polri yaitu Hery Cahyono bisa membuktikan keaslian foto lewat dua metode.

1. Program pemindai biometrik

Menurut Hery program tersebut yang mampu mencocokkan wajah dari sejumlah foto.

Foto- foto yang dijadikan pembanding adalah foto Firza Husein yang diambil penyidik ada 4 Februari 2017 saat Firza ditahan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, atas dugaan makar.

Saat berada di Mako Brimob, Firza dinilai penyidik kurang kooperatif dalam pengambilan foto untuk pembanding.

Meskipun demikian, penyidik tetap berhasil mengumpulkan foto Firza dari berbagai sudut dengan jumlah yang tak sedikit demi keakuratan foto.

“Dia ada perhitungan dari titik biometrik wajah nanti ada simpulan by system, kami juga gunakan analisa secara fisik dan data digital,” ujar Hery di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/5/2017).

2. Program bio-finder

Foto-foto porno Firza yang diinput ke dalam program berhasil menunjukkan identitas Firza dalam database e-KTP.

Hery tak meragukan sedikit pun teknik ini. Ia mengatakan, jika wajah dalam foto porno itu bukan Firza, tak mungkin identitas Firza yang akan keluar.

“Baik dari sistem algoritma yang otomatis, hasilnya match. Ketika wajahnya berbeda adalah orang berbeda secara sistem akan menolak,” kata Hery.

4 Fakta yang Mengiringi Detik-detik Firza Husein Jadi Tersangka, Mulai Istri Marah Sampai Usaha Berdamai

Polda Metro Jaya menetapkan Firza Husein sebagai tersangka dalam kasus percakapan via WhatsApp berkonten pornografi yang diduga melibatkan dirinya dengan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab.

Penetapan tersangka tersebut setelah polisi melakukan gelar perkara dan serangkaian pemeriksaan saksi ahli.

“Berdasarkan gelar perkara yang dilakukan penyidik hingga pukul 22.00 WIB kami tetapkan FH (Firza Husein) sebagai tersangka,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya, Selasa (16/5/2017) malam.

Berikut sejumlah kejadian dan fakta yang terjadi, sebelum Firza ditetapkan menjadi tersangka, pada Selasa (16/6/2017) :

1. Istri Rizieq Marah
Kapitra Ampera, kuasa hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab mengaku menyaksikan bagaimana kasus chat WhatsApp berkonten pornografi yang dituduhkan ke Rizieq dan Firza Husein, membuat istri Rizieq, Syarifah Fadlun Yahya berang.

“Umi Syarifah marah, dan Habib Rizieq lebih marah dari Umi Syarifah, saya menyaksikan sendiri,” kata Kapitra di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017), dikutip dari Kompas.com.

Kapitra mengatakan Rizieq berang sebab istrinya dibawa-bawa dalam kasus ini. Apalagi, kabar hubungan gelap antara Rizieq dan Firza yang diperkarakan itu menurutnya tidak pernah terjadi.

2. Rizieq Yang Minta Foto
Effendy Saragih, ahli hukum pidana dari Universitas Trisakti mengaku telah menemukan unsur pidana dalam kasus percakapan WhatsApp berisi konten pornografi yang diduga melibatkan Firza Husein dan pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab.

Effendy menduga, dalam percakapan tersebut Rizieq-lah yang meminta Firza untuk berfoto tanpa menggunakan pakaian.

“Ya memang begitu fakta yang ada. Berdasarkan pembicaraan di chat ya, beliau (Rizieq) yang minta,” kata Effendy, dikutip dari Kompas.com

3. Teknologi Biometrik
Hery Cahyono, ahli pengenalan wajah dari Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Polri, memastikan bahwa foto wanita tak berbusana dalam percakapan WhatsApp adalah Firza.

Ia membuktikan keaslian foto wanita tersebut dengan sejumlah metode.

Pertama, menggunakan program pemindai biometrik yang mampu mencocokkan wajah dari sejumlah foto.

Kedua, dengan menggunakan program bio-finder. Foto-foto porno Firza yang diinput ke dalam program berhasil menunjukkan identitas Firza dalam database e-KTP.

“Baik dari sistem algoritma yang otomatis, hasilnya match. Ketika wajahnya berbeda adalah orang berbeda secara sistem akan menolak,” kata Hery.

4. . Ingin Rekonsiliasi
Kapitra Ampera, kuasa hukum pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab, mengatakan kliennya berkomunikasi dengan banyak pihak yang berseberangan dengannya dalam Pilkada DKI.

Sebab, Rizieq meyakini ia dikriminalisasi atas kekalahan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok di Pilkada DKI.

“Kita ingin rekonsiliasi dengan semua pihak, termasuk Hasto Sekjen PDI-P, sudah temui Habib di gunung (Megamendung), sudah komunikasi,” kata Kapitra dalam konferensi pers di AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (16/5/2017) ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.