Bos Produsen Alat Antigen dan PCR Asal China Dilaporkan ke Polisi

Kuasa hukum Eiko Sihombing, Ardy Susanto memperlihatkan laporan kliennya kepada polisi (foto : kredit viva)

JAKARTA – Direktur Utama PT Hangzhou Clunege Biotech Co. Ltd, perusahaan produksi peralatan antigen dan PCR di China berinisial ZS dilaporkan ke Polisi oleh Direktur PT Taishan Alkes Indonesia, Eiko Sihombing, Senin (30/8/2021).

Laporan ini terkait tindakan wan prestasi karena perusahaan asal China dianggap memutus kerjasama sepihak dengan PT Taishan Alkes Indonesia yang sebelumnya terlibat kerjasama pemasaran.

Bos perusahaan asing yang memproduksi alat swab antigen dan PCR itu dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap PT Taishan Alkes Indonesia.

Laporan dibuat Direktur PT Taishan Alkes Indonesia, Eiko Sihombing, hari ini, Senin 30 Agustus 2021. Polisi sendiri menerima laporan tersebut dengan nomor: LP/B/4230/VIII/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 30 Agustus 2021.

Menurut kuasa hukum Eiko, Ardy Susanto, kasus bermula saat PT Hangzhou Clunege Biotech Co. Ltd memasang iklan pemberitahuan pada salah satu media cetak nasional.

Dalam iklan itu, PT Hangzhou Clunege Biotech Co. Ltd mengklaim tak punya kerja sama dengan PT Taishan Alkes Indonesia soal produksi alat swab antigen. Padahal, PT Taishan Alkes Indonesia masih punya kerja sama dengan perusahaan asal Tiongkok itu.

“Mereka menyatakan kami ini tidak punya kerjasama, tidak punya lisensi dan sebagainya. Ya silakan klaim itu kami buktikan di pengadilan, jangan disebarkan di depan umum tanpa bisa dipertanggung jawabkan,” katanya di Markas Polda Metro Jaya, Senin (30/8/2021).

Dikatakan, Eiko selaku pihak pelapor mempersangkakan Dirut PT Hangzhou Clunege Biotech Co. Ltd dengan Pasal 317 dan atau Pasal 310 dan atau Pasal 311 KUHP dalam laporan yang dibuat. Dirinya mengklaim menyertakan sejumlah barang bukti guna memperkuat laporannya tersebut.

BACA JUGA  Jokowi Sentil Kasus Tambang Ilegal di Rapat Pimpinan TNI-Polri

“Kami ingin ingatkan ini negara RI ada hukumnya. Tidak satu perusahaan asing pun yang bisa bertindak seenak hatinya tanpa memperdulikan hukum yang ada di Indonesia,” katanya.

Dia menilai, iklan yang dipasang oleh PT Hangzhou Clunege Biotech Co. Ltd pada salah satu media cetak nasional tersebut adalah bentuk pencemaran nama baik terhadap PT Taishan Alkes Indonesia. Ia merasa, akibat hal tersebut, perusahaannya mengalami beberapa kerugian.

“Kami merasa dicemarkan nama baiknya seakan akan kami melakukan copy atau membajak hak hak mereka. Jadi kami berpikir ini sudah tidak bisa dibiarkan, kenapa? Karena kami mendapat keluhan, komplain dari industri-industri lokal pendukung produksi dari pada PT Taishan sendiri,” ujar Ardy lagi. (*)

Awaluddin Awe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.