Bule Inggris Asal Australia Hilang di Mentawai, Akmal : Pencarian Masih Nihil

Ini sosok Shoun Stephen Daly yang dilaporkan hilang di laut Sipora Selatan Mentawai

MENTAWAI – Seorang bule Inggris asal Australia, Shoun Stephen Daly, 27 tahun, dilaporkan hilang di Perairan
Pantai Katiet, Sipora Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumbar, setelah dihantam badai saat menombak ikan, 27 Agustus 2021 lalu.

Shoun sampai hari keenam petang masih belum ditemukan juga. Diduga, korban setelah terjatuh dari sampan pingsan dan terbawa arus deras laut Sipora Selatan, Mentawai.

Tetapi Tim SAR Gabungan Mentawai yang dibentuk untuk melacak dan mencari korban masih terus bergerak melakukan pencarian mulai dari jalur udara, laut dan dasar laut.

“Sampai pencarian hari ke 7 ini, kami mengoptimalkan pencarian korban di dasar laut dengan meminta bantuan sejumlah club diving dari Padang dan Mentawai sendiri,” kata Kakan SAR Mentawai, Akmal kepada Kabarpolisi.com dan Harianindonesia.id via jaringan WhatsApp pribadinya, Jumat (2/9/2021).

Tim SAR Gabungan pencarian Shoun sendiri, menurut Akmal terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD Sumbar, SARnas Mentawai, Club Diving dari Padang dan Mentawai.

Club diving yang berpartsipasi dalam pencarian jasa Shoun ini adalah Diving Proklamator, FIK UNP Diving Club dan Posaidon Diving Club Mentawai.

Tim, kata Akmal, sejak Shoun dikabarkan hilang terus melakukan pencarian dengan mengerahkan seluruh fasilitas yang dimiliki, termasuk menggunakan pesawat sewa Susi Air.


AKMAL

Wilayah yang disasar dalam pencarian tersebut adalah dimana titik hilangnya Shoun dan daerah sekitarnya.

Bule Inggris ini dikabarkan masuk Mentawai tanggal 24 Agustus lalu melalui Bali.

Di Mentawai, Shoun tinggal di sebuah losmen bernama Manalu di kawasan Pantai Katiet, Sipora Selatan.

Pada saat musibah terjadi, Shoun dikabarkan pergi ke perairan berjarak 500 meter Pantai Katiet untuk menombak ikan. Menombak ikan ini adalah salah satu mata pencaharian nelayan setempat.

Pada saat pergi menombak ikan ini, Shoun dikabarkan tidak memakai pelampung penyelamat

Tidak diketahui apakah Shoun pergi sendiri ke perairan pantai Katiet. Namun yang pasti, saat Shaun berada di laut, tiba tiba badai keras datang menghantam sampan Shoun dan menyebabkan dirinya tenggelam.

Sampai pencarian hari ke enam, Kamis (1/9), jasad bule yang tinggal di Australia itu, masih belum ditemukan.

Menurut Akmal, timnya bersama gabungan akan terus melakukan penyisiran di dasar pantai untuk mencari jasad Shoun.

Dalam sebuah videoconprence, Akmal menjelaskan bahwa Tim SAR Gabungan akan melakukan pencarian hari ke 7 ini di pedalaman dasar pantai dengan menggunakan penyelam profesional dari Padang dan Mentawai.

“Kami akan memanfaatkan potensi penyelam handal dari Padang dan Mentawai untuk mencari jasad korban di kedalaman pantai Katiet dan sekitarnya,” papar Akmal.

Dan jika pencarian pada hari ke 7 ini tidak juga membuahkan hasil, maka akan dibahas lagi program pencarian berikutnya.

Menurut Akmal, kasus hilangnya warga negara Inggris asal Australia di Mentawai ini sudah dilaporkan kepada pihak Kedutaan Inggris di Jakarta.

“Kedutaan Inggris telah menyatakan bahwa Shoun ini adalah Kewarganegaraan Inggris yang hilang di Mentawai,” kata Akmal menjelaskan (*)

Awaluddin Awe

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.