Di Depan Mahasiswa OSO Bilang Pancasila Harga Mati

Oesman Sapta Odang

JAKARTA-kabarpolisi.com – Situasi nasional yang akhir-akhir ini dirasakan semakin tidak kondusif akibat maraknya propaganda kelompok radikal yang mengadopsi idielogi transnasional menuai keprihatinan para tokoh nasional salah satunya Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang.

Pria yang akrab dipanggil Oso ini saat memberikan sambutan sekaligus melantik Mahasiswa Pancasila di Gedung Nusantara V kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (30/5) menegaskan bahwa dasar negara Pancasila sudah final dan harga mati sehingga jika ada yang ingin menggantikannya dengan yang lain maka harus dihentikan.

“Bangsa ini sudah final soal dasar negara. Pancasila itu sudah final. Pancasila sudah selesai. Jadi kalau ada orang yang menggunakan agama untuk kepentingan politik itu harus dihentikan,” ujar Oso. 

Oesman Sapta mengingatkan, pertahanan utama bangsa ini ada di generasi muda khususnya para mahasiswa. Karena itu, dirinya mengajak seluruh pemuda untuk kembali menghayati Pancasila.

“Empat pilar ini harus benar-benar dihayati oleh seluruh elemen bangsa ini, karena ini adalah nyawa bangsa ini,” kata Oesman Sapta.

“Orang luar negeri saja asal tanya ke saya, apa rahasia Indonesia bisa damai, saya menjawab Pancasila. Dan setelah mereka tau apa artinya Pancasila, mereka ingin belajar lho. Jadi jangan lagi ada yang mengotak atik Pancasila. Ini sudah final,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua Umum Partai Hanura ini juga mengajak seluruh mahasiswa dan pemuda berkontribusi terhadap pemerintahan Jokowi JK yang dinilainya punya kebijakan yang berfihak pada rakyat. 

“Bayangkan, harga semen dulu di Papua itu satu sak mencapai Rp1.5 juta, sekarang harga sudah normal seperti di Jakarta. Begitu juga bensin, disana itu harganya mencapai 80 ribu perliter. Disini naik 5 ribu perak saja banyak mahasiswa turun ke jalan. Mereka disana 80 ribu turun gunung buat beli bukan demo. Tapi keseriusan Jokowi, patut kita apresiasi, sekarang harganya juga sudah sama dengan Jakarta,” paparnya.

Oso meminta para mahasiswa jangan cuma berpandangan skeptis terhadap pemerintah.

” Mengkritik itu sah-sah saja di alam demokrasi, karena kebijakan pemerintah wajib dikritik. Tapi ingatlah satu hal, jika ada prestasi ya tolong juga diapresiasi,” tutupnya. (ceko)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.