Desi Ratnasari Kenang Masa Sulit Hingga Puncak Karir

  • Bagikan

JAKARTA, kabarpolisi.com – Sejak berkecimpung di dunia politik, Desy Ratnasari sudah jarang tampil di layar kaca sebagai selebriti. Namun baru-baru ini, Desy tampil mengisi acara di salah satu stasiun televisi swasta.

Kemunculan Desy tersebut membuat kumparan (kumparan.com), tertarik untuk melihat kilas balik perjalanan karier selebriti berusia 44 tahun tersebut.

Lebih dari 20 tahun sudah, Desy berkarier di dunia hiburan. Jejak kariernya berawal saat mejadi juara 2 ajang Gadis Sampul (1988) saat usia masih 14 tahun.

Sejak itulah karier terbuka lebar, dan namanya meroket lewat kemampuan akting yang dimiliki. Bahkan, perempuan kelahiran Sukabumi, 12 Desember 1973 ini sudah membintangi puluhan sinetron dan film layar lebar.

Beberapa di antaranya sinetron ‘Jendela Rumah Kita’ (1989), ‘Bunga-Bunga Kehidupan’ (1993), ‘Flamboyan 108’ (1994), ‘Bukan Perempuan Biasa’ (1997), ‘Cinta Tiada Akhir’ (2003), ‘Hidayah’ (2006), ‘Bersama Meraih Mimpi’ (2013), dan masih banyak lagi.

Kemudian untuk film layar lebar, ‘Elegi Buat Nana’ (1988), ‘Saskia’ (1988), ‘Jual Tampang’ (1990), ‘Si Kabayan Mencari Jodoh’ (1994), ‘Telegram’ (1997), ‘Joshua oh Joshua’ (2000), ‘Kun Fayakuun’ (2008) dan yang lainnya.

Salah satu yang melambungkan namanya adalah film ‘Olga Sepatu Roda’ ditahun 1992. Memainkan peran sebagai Olga, Desy saat itu beradu akting dengan mendiang Nike Ardilla yang berperan sebagai Wina.

Masih di tahun yang sama, Desy membintangi sinetron ‘Sengsara Membawa Nikmat’. Sinetron yang diangkat dari sebuah novel terbitan Balai Pustaka, karya Tulis Sutan Sati.

Saat itu, Desy harus berada di Minangkabau untuk melakukan pengambilan gambar. Pendidikan tetap menjadi yang utama baginya. Ia kemudian berpindah sekolah ke Padang.

“Saya di sana kurang lebih 14 hari, dan itu membuat saya harus berpindah sekolah supaya bisa ikut Ebtanas, dan tidak meninggalkan sekolah saya. Jadi, saya diizinkan untuk bisa sekolah di SMAN 1 Padang,” kata Desy ditemui di kawasan Kapten Tendean, Mampang, Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Tapi, seperti selebriti angkatan lama yang banyak memulai karier dari nol, wanita peraih penghargaan ‘Best actress, readers choice Tabloid Citra 30th TVRI Anniv’, ini pernah mengalami masa-masa sulit di awal berkarier.

Desy bahkan pernah merasakan dinginnya tidur di kursi terminal bus bersama sang nenek. Kala itu, dirinya mendapatkan tawaran syuting di Jakarta. Sementara Desy masih sekolah di Sukabumi, Jawa Barat.

“Alhasil, saya harus pergi ke daerah Cianjur, naik patas AC saat itu, terus ke Sukabumi. Mobilnya baru ada setelah subuh. Jadi, saya harus tunggu sekitar tiga jam empat jam di terminal Cianjur,” tuturnya.

Peristiwa itu dikenangnya sebagai salah satu proses pembelajaran. Ia bersyukur atas setiap hal yang diberikan oleh Sang Pencipta. Sehingga ia menjadi pribadi yang terus menghargai proses kehidupan yang dijalani.

Nasihat dari sang nenek juga membuatnya tidak mudah putus asa, dan putus harapan dalam hidup. Sebagai manusia, pastilah ia penah mengalami titik terendah dalam hidup. Namun, tidak sampai berlarut-larut.

”Kalau lagi susah biasanya nenek saya selalu bilang, ‘Ingat ini cara Allah untuk menjadi dewasa, cara Allah untuk menjadi manusia yang kuat. Ingat, bahwa Allah siap memberikan kebahagiaan kepada kita pada saat kita susah’,” tuturnya mengenang ucapan nenek tercinta.

Selain aktif membintangi sinetron dan film, wanita yang selalu terlihat awet muda ini juga merambah dunia tarik suara dan pembawa acara.

Salah satu lagu yang populer darinya adalah ‘Tenda Biru’ yang rilis di tahun 1966. Berasal dari album dengan judul yang sama, dirinya mendapatkan dua penghargaan yaitu Kaset Emas Anugrah HDX Award – Best Selling Album dan Platinum Incetec Malaysia.

Program TV seperti ‘Gebyar BCA’, ‘Berbagi Curhat’, ‘Arisan Dangdut’ dan ‘Cerita Hati’, mendapuknya menjadi pembawa acara. Desy juga menjadi artis pertama Indonesia yang dibuat cap tangannya untuk disimpan di Planet Hollywood, Jakarta.

Sekarang, wanita yang sudah berhijab ini disibukkan dengan sederet kegiatannya di dunia politik. Sejak 2014, Desy terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional yang akan berakhir pada tahun 2019.

Ia mengaku sudah mencapai puncak karier di dunia hiburan. Bahkan dirinya pun mengakui masanya sudah lewat sebagai selebriti. Desy mengatakan saat ini lebih menjalani saja apa yang diberikan Tuhan, dan terus berusaha memperbaiki diri.

“Alhamdulillah sudah, semua sudah (tercapai keinginan karier). Saya cuma ingin jadi manusia yang istiqamah, husnul khotimah. Anak saya saleh dan salehah, InsyaAllah dipertemukan lagi di surganya Allah. Itu aja sudah lebih dari cukup, urusan dunia mah di jalanin aja,” tutupnya.(Ana)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *