DPR Desak KPK Usut Keterlibatan Muhammad Suryo Dalam Kasus Korupsi di DJKA

 

Ilustrasi Gedung KPK

Kabarpolisi.Com –  Jakarta, Anggota Komisi III DPR RI Ahmad Ali meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntaskan kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Perkereta Apian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menyeret komisaris PT Surya Karya Setiabudi (SKS) Muhammad Suryo (M Suryo).

“Kalau ada orang yang berpotensi menjadi tersangka, ya jangan didiamkan,” ujar Ali dalam keterangannya, di kutip dari Republika.Online, Pada Minggu (3/12/2023).

Ali mengingatkan KPK jangan menimbun kasus korupsi yang tengah ditangani. Pasalnya, banyak kasus yang mandek dan belum dituntaskan oleh lembaga yang kini dipimpin Ketua Sementara KPK Nawawi Pomolago.

Wakil Ketua Umum Partai NasDem ini mengingatkan, jika memiliki bukti yang cukup, KPK diminta tak segan menahan M Suryo.

“Nanti kesannya seakan-akan diburgaining,” katanya.

Ali menegaskan tak ada yang memiliki keistimewaan di mata hukum. Namun, kata dia, penetapan tersangka harus sesuai aturan yang berlaku.

“Intinya begini, yang bersalah di muka umum harus diperlakukan sama, cuma prosesnya ini, sekarang pertanyaannya proses penetapan tersangka itu memenuhi syarat enggak?” kata dia.

Suryo diketahui merupakan pengusaha asal Yogyakarta. Nama dia santer disebut-sebut memiliki kedekatan dengan Karyoto. Hubungan keduanya terjalin sejak Karyoto masih menjabat Wakapolda Yogyakarta.

Disinggung hal itu, Ali mengajak semua pihak fokus pada proses penegakan hukum. Dia berharap masyarakat mendukung kerja KPK dalam memberantas praktik rasuah tanah air.

“Apa pun itu kita tidak bicara orang tapi tentang kasus, kita mau KPK kembali seperti dahulu bagaimana dia menjadi benteng penegakan hukum, khususnya pemberantasan korupsi yang dibanggakan banyak orang,” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengatakan pihaknya telah menetapkan Suryo sebagai tersangka dalam pekara suap proyek DJKA Kemenhub. Johanis mengatakan, KPK tengah mengurus administrasi untuk mencegah Suryo bepergian ke luar negeri.

BACA JUGA  Penambangan Ilegal DI DIY 32 Titik, Dua Alat Berat Yang Digunakan Untuk Aktivitas Tambang Ilegal Disita.

“Sudah diputus dalam ekspose dan perkaranya ditetapkan naik ke penyidikan. Suryo sebagai tersangka,” ujar Johanis Tanak, Senin 27 November 2023.

Pada proses penyidikan sebelumnya, Suryo beberapa kali sudah diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi. Ia pernah diperiksa untuk tersangka Bos PT Istana Putra Agung Dion Renato Sugiarto yang kini telah berstatus terdakwa.

Putu Sumarjaya didakwa menerima suap proyek jalur kereta api bersama sejumlah pihak. Salah satu pihak yang turut menerima suap tersebut yakni Muhammad Suryo. Suryo disebut menerima suap dengan sebutan ‘sleeping fee’ sebesar Rp9,5 miliar.

Berdasarkan surat dakwaan Putu Sumarjaya, Suryo disebut turut menerima uang panas Rp9,5 miliar melalui pihak perantara bernama Anis Syarifah. Dengan rincian, Suryo menerima transfer pada 26 September 2022 berupa setoran tunai dari Tato Suranto Rp3,5 miliar dan Rp2,2 miliar. Kemudian, sebesar Rp1,7 miliar dari Freddy Nur Cahya dan sebesar Rp2,1 miliar dari Irhas Ivan Dhani.

Suryo bersama dengan pengusaha Wahyudi Kurniawan disebut sebagai makelar rekanan kontraktor perkeretaapian. Keduanya diduga melakukan pendekatan untuk mendapatkan pekerjaan dari Direktur Prasarana Perkeretapian Ditjen Perkeretaapian, Harno Trimadi.

Editor : Tri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.