Jika Rumah Ada Anjing Malaikat Tak Mau Masuk, Gus Baha : Bagaimana dengan Malaikat Maut?

  • Bagikan

Ilustrasi

JAKARTA – KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha menjelaskan tentang malaikat yang tidak akan masuk rumah jika ada anjing.

Gus Baha terlebih dahulu membacakan hadits terkait malaikat yang tidak akan masuk rumah yang terdapat anjing di dalamnya.

Hal tersebut disampaikan Gus Baha saat tengah mengisi pengajian bersama para santrinya.

Nabi pernah berkata,

لا لُ المَلائِكَةُ ا لْبٌ وَلا

“Tidak akan masuk malaikat ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing dan gambar.”

“Maksudnya adalah Malaikat Rahmat, kalau Malaikat Maut, lancar saja,” jelas Gus Baha seperti dikutip mantrasukabumi.com dari laman iqro.id pada Rabu, 8 September 2021.

Sebab kata Gus Baha apabila kaidahnya semua malaikat tidak masuk rumah yang ada anjing, maka orang yang punya anjing tidak akan mati

Maka ulama berijtihad bahwa yang dimaksud adalah Malaikat Rahmat yang tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjingnya.

Meski begitu, pendapat tersebut masih menuai protes dari kalangan ulama sufi.

Sebab kata Ulama sufi “Tidak ada orang yang tidak mendapatkan rahmat. Mau ada anjing atau tidak (di rumahnya) tetap saja dapat rahmat.”.

“Pusing, betul tidak?,” tanya Gus Baha.

“Tadi kan ulama menafsiri hanya malaikat azab saja (yang masuk rumah). Malaikat azab, malaikat maut bebas. Mau ada anjing atau tidak, tetap masuk!,” ucapnya.

“Tapi, yang mengatakan malaikat rahmat tidak bisa masuk, ditentang! Apa karena ada anjingnya lantas tidak ada rahmat Allah?” Ya tetap ada kan?!,” tutur Gus Baha.

“Kenyataannya kata Gus Baha orang yang punya anjing mampu makan. Berarti dapat rahmat apa tidak? Ya mampu (beli) minum,” ucapnya.

Akhirnya, ulama-ulama sufi, coba kamu ngaji (kitab) Al-Hikam dan Ihya’ Ulumiddin. Itu (hadis) bahasa kinayah (metafor), sabda Nabi tentang itu hanya kinayah (metafor):

ا ادًا بِهِ الْقَلْبُ

“Rumah yang dimaksud di sini adalah hati.”

Saya cuma cerita ijtihad.

Terus kalbun murādan bih at-thama’ (كلب مرادا به الطمع)

Aw sūratun murîdan bihî al-khayyal (او مريدا الل)

Malaikat itu tidak masuk ke hati di mana hati itu ada mental tamak, ingin barang (milik) orang lain, atau mental khayyal, senangnya berimajinasi atau berfantasi.

Source : Matrasukabumi

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *