Kapolri Minta Pengemudi Hentikan Perseteruan

  • Bagikan

YOGYAKARTA, kabarpolisi.com – Perselisihan antara pengemudi online dan konvensional ,mendapat tanggapan dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Muhammad Tito Karnavian.

Tito meminta agar perseteruan tersebut diakhiri, karena ketentuan mengemudi angkutan umum, sudah ditetapkan dalam peraturan Menteri Perhubungan nomor 108 Tahun 2017 yang mewajibkan penggunaan SIM A Umum untuk para pengemudi.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolri saat melakukan peninjauan Gedung Satuan Penyelenggara Administrasi SIM, Polresta Yogyakarta, Minggu (11/3/2018).

“Kami mengimbau pengemudi taksi online kemudian taksi konvensional, tolong jangan lagi sampai ribut-ribut yang merugikan baik kedua belah pihak maupun masyarakat,” kata Tito

Tito berharap baik taksi konvensional maupun online dapat bersaing secara sehat dengan mengutamakan kualitas pelayanan kepada para pengguna jasa.

“Prinsip silakan berlomba-lomba untuk memberikan keuntungan dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Itu ‘nawaitu’ (niat) yang terpenting,” tambahnya

Tito juga mengapresiasi langkah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi yang telah menginisiasi aturan mengenai surat izin mengemudi (SIM) A Umum. Bagi Tito, SIM A umum merupakan solusi jalan tengah yang dapat mengakomodasi kepentingan taksi online maupun konvensional.

“Adanya terobosan pemberlakuan SIM A Umum untuk taksi online ini dapat menjadi jalan tengah sehingga semua kepentingan dua belah pihak termasuk masyrakat bisa terakomodir,” kata dia.

Tito menyadari bahwa kemunculan taksi online merupakan fenomena global yang tidak bisa terbendung seiring dengan kemajuan teknologi. Namun, di sisi muncul pertanyaan mengenai operasional taksi online yang dinilai bisa merugikan taksi konvensional.

“Oleh karena itu jalan tengahnya adalah taksi online yang tadinya mereka tidak memiliki identitas yang jelas, sudah diatur Menteri Perhubungan melibatkan stakeholder termasuk taksi konvensional dan online yang menyepakati pemberlakuan SIM A Umum untuk taksi. Artinya taksi online dianggap sebagai kendaraan umum,” pungkas Tito (Arief)

BACA JUGA  105 Pinjol Ilegal Bulan Oktober 2021 Sudah Dibongkar Polda Metro Jaya
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *