Kerugian Ditaksir Mencapai Rp60 Miliar, Ratusan Ton Ikan Mati di Cianjur Mati Mendadak

BOGOR, kabarpolisi.com – Sekitar 300 ton ikan milik petani keramba apung Jangari yang berada di perairan Waduk Cirata, tepatnya di Blok Maleber, Ciputri, dan Jatinengang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat mati mendadak.

Salah satu petani Jatinenggang, Aep Saepudin (41) mengatakan, ratusan ton ikan tersebut mati mendadak sejak tiga hari lalu. Ia pun menduga ikan miliknya itu mati lantaran kekurangan oksigen yang diakibatkan fenomena upwelling atau arus balik.

“Iya banyak yang mati. Sampai sekarang juga masih banyak yang mati ikan-ikannya. Ada ikan mas, bawal dan nila,” kata Aep, Kamis 28 September 2017 seperti dikutip Okezone

Aep menambahkan, amonial yang ada di dasar waduk tersebut naik karena hujan yang mengguyur kawasan Waduk Cirata sejak tiga hari lalu. Hal itu ditambah dengan kotoran di dasar waduk juga ikut naik yang membuat racun sehingga ikan mati mendadak.

“Hujan membuat amonial air di bawah naik, jadi ikan kekurangan oksigen dan terjadi pergerakan arus bawah di dasar waduk,” ujarnya.

Akibat adanya alam fenomena tersebut, sekira 100 petani ikan yang berada di kawasan Waduk Cirata terpaksa mengalami kerugian sangat besar mencapai Rp60 miliar. “Ya sekitar 300 ton lah ikan yang mati dari 100 petani ikan di Waduk Cirata ini,” tutup Aep. (Rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.