Ketua MPR Puji Kepemimpinan Polri Dibawah Pimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Bambang Soesatyo

Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo merespons keberhasilan Polri menjadi lembaga paling dipercaya publik.

Dia menyatakan bahwa capaian Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo patut diapresiasi.

“Capaian Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo patut kita apresiasi,” kata Bamsoet melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (8/12).

Seperti diketahui, hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia (IPI) menyatakan 80,2 persen masyarakat Indonesia percaya terhadap kinerja Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo.

ADVERTISEMENT

Sejak dilantik Presiden Joko Widodo pada 27 Januari 2021, Jenderal Listyo Prabowo terus melakukan terobosan dalam meningkatkan profesionalisme Polri. Hal itu dilakukan dengan mengusung visi transformasi menjadikan Polri Prediktif, Responsibilitas, Transparansi dan Berkeadilan (Presisi).

Tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Polri yang mencapai 80,2 persen merupakan capaian tertinggi Korps Bhayangkara selama 10 tahun terakhir.

Survei Indikator Politik Indonesia dilakukan secara tatap muka pada 2 hingga 6 November 2021.

Metode survei yakni multistage random sampling dengan jumlah responden mencapai 2.020 orang.

Bamsoet menegaskan capaian Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo patut diapresiasi.
Survei ini memiliki margin error sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Berdasarkan data, sejak 2014 hingga 2021 tren kepercayaan publik terhadap Polri cenderung meningkat.

Pada 2014 kepercayaan masyarakat terhadap Polri sebesar 57,5 persen, 2015 sebesar 68,6 persen, 2016 sebesar 73,2 persen, dan 2017 sebesar 76,5 persen.

Kemudian, 2018 sebesar 79,8 persen, 2019 sebesar 80 persen, 2020 sebesar 72 persen, dan terakhir 2021 mencapai 80,2 persen.

Bamsoet menilai keberhasilan Polri mendapatkan kepercayaan publik

Bamsoet menilai keberhasilan Polri mendapatkan kepercayaan publik tersebut tidak lepas dari keberanian Jenderal Listyo menindak tegas anggota Polri yang melakukan pelanggaran.

BACA JUGA  BNPT Ungkap Alasan Pelaku Lakukan Aksi Bom Bunuh Diri di Polsek Astanaanyar

Termasuk pula gebrakan mengakomodasi 57 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak lolos tes wawasan kebangsaan menjadi aparatur sipil negara (ASN) Polri.

“Selama delapan tahun berturut-turut Polri mampu menjalankan tertib administrasi dan tertib anggaran dalam mengelola uang rakyat,” kata dia.

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) tersebut menambahkan, Polri juga makin maju dalam penerapan teknologi.

Sebagai contoh, layanan pembuatan atau perpanjangan surat izin mengemudi secara online melalui aplikasi SINAR.

Tidak hanya itu, ada juga pengajuan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) secara online, ataupun penerapan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) online.

“Fasilitas tilang elektronik (electronic traffic law enforcement/e-TLE) juga terus diperbanyak,” kata dia lagi.

Setidaknya, hingga akhir Maret 2021 sebanyak 244 titik kamera tilang elektronik telah tersebar di 12 wilayah polda.

Tahap berikutnya, Polri akan menambah titik e-TLE di 13 polda lainnya. Penerapan tilang elektronik tersebut diyakini mampu membuat masyarakat tertib administrasi. (antara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.