Penembakan Laskar FPI Berawal dari Upaya Pengepungan Polda Metro Jaya

  • Bagikan

Mobil polisi yang diserang pengikut laskar FPI. Foto: Medcom.id

JAKARTA – Polisi membeberkan kronologi penembakan laskar Front Pembela Islam (FPI) M Suci Khadavi Putra di KM 50 tol Jakarta-Cikampek. Duduk perkara kasus ini karena kubu perkumpulan alumni (PA) 212 berencana menggeruduk Polda Metro Jaya.

“Investigasi berupa patroli cyber dan mendapatkan informasi tentang rencana adanya pergerakan jutaan massa PA 212 yang akan menggeruduk Polda Metro Jaya,” kata kuasa hukum polisi Brigjen Imam Sayuti dalam jawaban tertulisnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 2 Februari

Imam mengatakan penggerudukan markas Korps Bhayangkara itu karena polisi memanggil mantan imam besar FPI Muhammad Rizieq Shihab. Saat itu, Rizieq sudah mendapatkan dua panggilan dan akan diseret paksa.

“Dari hasil patroli cyber diperoleh fakta beberapa media online dan media sosial di antaranya berupa ajakan terkait rencana pergerakan jutaan massa PA 212 yang akan menggeruduk Polda Metro Jaya,” ujar Imam.

Atas informasi itu, polisi berencana melakukan penyelidikan ke tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi kumpul simpatisan Rizieq. Lalu, polisi melakukan pembuntutan ke simpatisan Rizieq untuk mendalami dugaan pengepungan Polda Metro Jaya.

“Bahwa pada Minggu, 6 Desember 2020 sekitar pukul 23.45 WIB di depan Novotel Sentul, penyelidik melakukan pembuntutan terhadap dua buah mobil yang dicurigai sebagai simpatisan FPI,” ucap Imam.

Salah satu mobil simpatisan Rizieq yang dibuntuti polisi itu terlihat curiga saat diikuti. Mobil itu kemudian menabrakkan diri ke mobil penyidik dan mencoba melarikan diri.

Kemudian, mereka mengadang dan menyerang polisi. Total empat orang simpatisan Rizieq yang diduga terlibat. Kejadian itu terjadi di rest area KM 50.

“Simpatisan FPI dan memberhentikan mobil penyelidik dan pelaku turun dari mobil dengan membawa senjata tajam lalu merusak mobil penyelidik,” kata Imam.

BACA JUGA  Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Buka Suara Soal Telegram Kapolri Harap Disimak

Polisi awalnya meneriaki para simpatisan untuk berhenti. Upaya itu diabaikan simpatisan Rizieq, dan penyidik langsung memberi tembakan peringatan ke udara. Simpatisan Rizieq malah mengganas.

“Keempat simpatisan FPI atau pelaku kembali ke dalam mobil, dan turun lagi dua simpatisan FPI atau pelaku dengan membawa senjata api dan menembak ke arah bagian depan mobil penyelidik yang mengenai kaca depan mobil petugas,” kata Imam.

Hal tersebut dinilai sebagai upaya perlawanan. Baku tembak antara polisi dan simpatisan Rizieq tidak bisa dihindarkan.

“Penyelidik yang melakukan tindakan tegas berupa melakukan tembakan ke arah bawah dan ke arah mobil pelaku, sampai dengan upaya simpatisan FPI atau pelaku sejumlah enam orang yang dilarikan,” ujar Imam.

Polisi menyebut para simpatisan Rizieq sempat berusaha masuk mobil untuk melarikan diri saat baku tembak. Namun, mobil mereka terhalang oleh mobil orang lain sehingga tidak bisa melarikan diri.

“Sehingga penyelidik berhasil memberhentikan mobil simpatisan FPI atau pelaku dan melakukan pengamanan terhadap para pelaku,” ucap Imam.

Polisi langsung menghampiri mobil simpatisan Rizieq. Pintu mobilnya langsung dipaksa dibuka oleh penyidik.

Saat dibuka, polisi melihat ada simpatisan yang mengalami luka tembak. Imam tidak memerinci berapa orang yang terkena luka tembak. Namun, orang itu langsung dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan medis.

Tata Tanur

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *