Pengajar Unpad : Kemampuan Brimob Polri Setara dengan SWAT Amerika

Muhammad Tito Karnavian

JAKARTA, kabarpolisi.com – Bagi Kepala Pusat Studi Pertahanan dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Bandung, Muradi Clark, kemampuan Brigade Mobil (Brimob) Polri saat ini hampir sama dengan SWAT (Special Weapons and Tactics) di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam, SWAT berstatus polisi tapi punya kemampuan setara dengan militer.

“Brimob itu polisi plus penegakan hukum, seperti SWAT. Sejak 2010, Brimob sudah mengarah ke polisi sipil yang profesional,” kata Muradi saat berbincang dengan detikcom, Selasa (3/10/2017) pagi.

Penulis buku Quo Vadis Brimob-Polri itu menegaskan unit Pelopor di Brimob semasa Orde Baru tetap dilibatkan dalam operasi-operasi penumpasan gerakan separatis. Bahkan Detasemen 88 Antiteror, yang dibentuk setelah munculnya gembong teroris dari Malaysia Dr Azahari dan Noordin M Top, pun, kata Muradi, diisi oleh unit Pelopor yang belum dikirim ke daerah konflik. “Jadi unit antiteror itu kan ada tiga sumber Intel, Reskrim, dan Brimob,” ujarnya.

Karena masih dilibatkan dalam operasi-operasi semacam itu, dan Brimob memang punya kemampuan paramiliter, tak aneh bila senjata organik dan perlengkapan yang dimilikinya setara dengan tentara. Hanya, Brimob justru punya satu kelebihan yang tak dimiliki tentara, yakni penegakan hukum.

“Jadi soal pembelian senjata kemarin itu sebetulnya tak perlu menjadi kontroversial karena memang dibutuhkan Brimob. Jadi Pak Panglima TNI mestinya tak perlu membuka ke publik. Info intelijen itu, andai benar, ya langsung di-counter, bila keliru, diluruskan. Kalau dilempar ke publik, ya ngawur itu. Jadi bikin gaduh,” papar Muradi.

Persenjataan yang memang dibutuhkan Brimob. Ia mencontohkan antara lain kondisi di Poso, Sulawesi Tengah, yang masih ada sekitar 10 pengikut Santoso yang berkeliaran. Di situ Brimob turut andil untuk mengatasinya dan tentu butuh senjata memadai.

BACA JUGA  BNPT Ajak Kampus Berperan Melawan Radikalisme

Apalagi kini Brimob sudah mengalami pengembangan dengan dibentuknya unit-unit baru, seperti Jihandak, Pelopor, dan Gegana. (Nafi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.