Pengamat Kepolisian, Nana Sudjana Mampu Membangun Perubahan di Korp bhayangkara Sulsel

Azmi Hidzaqi

Jakarta – Penunjukan Irjen Polisi Nana Sudjana yang ditunjuk menjadi Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) yang baru menggantikan Kapolda sebelumnya Irjen Merdisyam akan membawa kultur Polri yang dekat dan dicintai masyarakat.

“Saya melihat telegram Kapolri yang ditandatangani As SDM Polri Wahyu Widada ini sangat surprise. Kapolri telah menempatkan pati Polri pada tempat yang tepat,” seperti diketahui, Pengangkatan itu tercantum dalam surat telegram bernomor ST/2278/X/KEP/2021 tertanggal 31 Oktober 2021, tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan di lingkungan Polri,” kata Azmi Alumninya HMI Ciputat tahun 2000.

Menurut pengamat kepolisian ini sebagai orang nomor satu di jajaran kepolisian Polda Sulut, Nana Sudjana memiliki komunikasi yang sangat baik terhadap tokoh lintas agama, aktivis pemuda dan mahasiswa serta mampu membangun kemitraan yang sangat baik dengan berbagai media, serta membangun toleransi terhadap umat beragama, memperkokoh persatuan dan kesatuan dalam menjaga 4 (empat) pilar kebangsaan yaitu bhineka tunggal ika, pancasila, UUD 1945, dan NKRI.

“Prestasi beliau dalam penanganan kriminalitas di Sulut terus ditingkatkan upaya Preemptive dan Preventive, melakukan deteksi dini dan pencegahan. Sehingga angka kriminalitas di Sulut selama setahun turun drastis,” kata aktivis pergerakan mahasiswa 1998 ini.

Selama memimpin jajaran Polda Sulut, kayanya, Irjen Pol Nana Sudjana dinilai berhasil berkontribusi besar dalam penanganan Covid-19, Sosok Kapolda Sulut Irjen Nana Sudjana yang turun tangan agar Rafael Malalangi lolos seleksi Bintara Polri, tegas dalam memerangi mafia tanah, perang terhadap narkoba, dan pembenahan internal kepolisian dalam tugas-tugasnya memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Selain itu juga yang bersangkutan memiliki program sosialisasi gerakan memakai masker, dan pelayanan sosial kepada masyarakat terdampak covid-19.

Menurut Azmi Hidzaqi, yang juga sebagai aktivis, selama ini Nana Sudjana dikenal memiliki kinerja bagus dengan pengalaman mumpuni. Nana Sudjana merupakan polisi yang cerdas dan kaya pengalaman dalam penugasan di intelkam.

BACA JUGA  Jokowi Sentil Kasus Tambang Ilegal di Rapat Pimpinan TNI-Polri

Dia berhasil menjaga suhu politik dan situasi kamtibmas di provinsi yang menjadi barometer nasional itu tetap kondusif. Beliau sukses mengamankan pesta politik Pilkada hingga Pilpres. Di bawah kepemimpinan jenderal polisi yang alim ini, banyak kasus kriminal menonjol yang diungkap jajaran polisi. Tak cuma itu, masyarakat dan tokoh agama juga gandrung dan cocok dengan penampilan Nana Sudjana yang religius tersebut.

Besar harapan kami Kapolda Sulsel yang baru nantinya akan dapat mengantisipasi segala bentuk tindakan ganguan kamtibmas maupun ganguan dan gerakan yang bisa berpotensi menghambat pembangunan di daerah, kami yakin beliau akan mampu menyelesaikan semua masalah di Sulsel termasuk menjadikan Polda Sulsel bersih dan di percaya masyarakat.

Irjen Nana bukan perwira sembarangan. Akpol lulusan 1988 ini, sudah empat kali menjadi Kapolda. Itu dalam kurun waktu tiga tahun.
Pada 2019, dia diberi amanah sebagai Kapolda NTB. Kemudian pada tahun yang sama, bintangnya bersinar terang. Dia ditarik ke Ibu Kota dan diangkat menjadi Kapolda Metro Jaya.

Korsahli pada 2020. Lalu pada 2021, Irjen Nana dipercaya sebagai Kapolda Sulawesi Utara. Per 31 Oktober 2021, dia ditugaskan sebagai Kapolda Sulsel.

Pria kelahiran Cirebon, 26 Maret 1965 ini, mengawali kariernya sebagai Pamapta Polresta Yogyakarta (1988), lalu Kapolsekta Umbulharjo Polresta Yogyakarta, kemudian Kasat Intel Polres Metro Jakbar (2001), lalu Kapolsek Metro Tamansari Polres Metro Jakbar (2002), Kapolres Probolinggo (2006), Wakapolwiltabes Surabaya (2008), Analis Utama Tk. III Baintelkam Polri, Kapoltabes Surakarta (2010), Dirintelkam Polda Jateng (2011), Analis Utama Tk. I Baintelkam Polri (2012), Analis Kebijakan Madya bidang Ekonomi Baintelkam Polri (2013), Dirintelkam Polda Jatim (2014), Wakapolda Jambi (2015), Wakapolda Jawa Barat (2016), Dirpolitik Baintekam Polri (2016), Kapolda Nusa Tenggara Barat (2019), Kapolda Metro Jaya (2019), Koorsahli Kapolri (2020), Kapolda Sulawesi Utara (2021) dan Kapolda Sulawesi Selatan (2021).

BACA JUGA  Siap-Siap, Bulan Depan Ada Lembaga Baru Pantau Tambang Ilegal

“Selamat bertugas di Kota Angin Mamiri Makassar Kondisinya jelas beda dengan Kota Nyiur Melambai. Saya yakin Pak Nana mampu, ” kata Azmi / rif

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.