Pengendalian Banjir Batang Lembang Kota Solok, Proyek Bancakan ? Publik Sorot BWSS V Padang

  • Bagikan

PADANG – Kendati pelaksanaan proyek ala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, tak luput tudingan publik luas, jadi ” Proyek Bancakan”, sarat KKN ria.

Gonjang- ganjing publik diantaranya, pengalokasian dana APBN 2021, terhadap proyek Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Batang
Lembang di Kota Solok, dibawah naungan SNVT Pelaksana Jaringan Sumber Air, WS Indragiri- Akuaman, WS Kampar, WS Rokan, Balai Wilayah Sungai Sumatera 5, dikerjakan sesuai kontrak dengan rekanan PT. Citra Permata Sulung, tanggal 15 Januari 2021 lalu, pelaksanaannya berpotensi sarat KKN.

Pasalnya, terkait adanya masukan dari LI Badan Penyelamat Aset Negara ( BAPAN ) Provinsi Sumbar, diperoleh masukan dugaan alokasi dana APBN sebesar Belasan Miliar itu, sarat KKN/ jadi bancakan.

Dari temuan LI BAPAN Sumbar yang dikomandoi, Zainal Abidin, HS, pihak dapatkan data selain proses ganti rugi lahan masyarakat kota Solok masih bermasalah, pelaksanaan ditenggarai kondisinya dilapangan juga jadi gunjingan publik.

Ironis, pekerjaannya disebutkan tidak sesuai speck kontrak, material batu diduga didatangkan secara liar, juga pemakaian BBM untuk operasional Alat Berat dipasok dari Solar subsidi.

“Carut marut” pelaksanaan proyek di SNVT Pelaksana Jaringan Sumber Air, WS Indragiri- Akuaman, WS Kampar, WS Rokan, yang dikerjakan penawar terendah lelang Pembangunan Pengendalian Banjir Batang Lembang, HPS Rp.1,480.000.000,00 PT.Citra Permata Sulung, senilai Rp.11.230.000.000,00, ” Terjun Payung”, yakni turun 24 persen, disebut- sebut akibat kongkalikong dengan panitia dan BWSS V Padang, dikhawatirkan bakal mubazir, ujarnya.

Sementara, dari pengamatan media dilapangan pada pekerjaannya, terlihat dikerjakan secara serampangan oleh PT. CPS. Ditambah rumor soal Subkon dari pihak rekanan harus persetujuan oknum di BWSS V Padang.

Sepertinya, baik pihak rekanan, PPK serta Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang, terlihat sepakat “bungkam berjamaah” dari kejaran media terkait dugaan penyimpangan Proyek Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Batang Lembang di Kota Solok nilai Rp. 11 Miliar lebih, menimbulkan kecurigaan publik akan adanya “permainan”.

Kendati, wartawan yang telah berupaya mintakan tanggapan Kepala BWSS V, Dian Karmila, serta PPK Sungai dan Pantai Il, Eka Hendra Irawan, seputar rumor tak sedap, dugaan penyimpangan Proyek Pembangunan Prasarana Pengendalian Banjir Batang Lembang di Kota Solok, yang tengah
dikerjakan oleh PT. Citra Pemata
Sulung, serta dugaan pemakaian
BBM jenis Solar bersubsidi. Hingga berita ini, bungkam.

Hal serupa, Direktur PT. Citra Permata Sulung, Adi, juga diam seribu bahasa dari konfirmasi wartawan.

Seyogyanya, harapan LI BAPAN Sumbar, carut marut proyek yang dikerjakan oleh PT. CPS terlihat serampangan,mulai dari dugaan pekerjaan pasangan batu yang tidak memakai tapak, spesi batu terlalu dekat bahkan ada yang bersentuhan, terdapat rongga pada pasangan batu.

Juga terlihat pemakaian batu berukuran besar, komposisi adukan mortal kebanyakan pasir, semen kurang.material batu kotor dan rapuh serta pemakaian Solar subsidi itu, jadi perhatian pihak berkompeten, dalam hal ini, berpotensi dijerat UU Tipikor, pinta Zainal. ( EB )

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *