Polda Jateng Gerebek Pasangan Threesome Jaringan Prostitusi Online

  • Bagikan

Semarang – Subdit V/Cyber Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah (Jateng) berhasil membongkar jaringan Prostitusi online layanan threesome yang bertransaksi melalui media sosial Twitter.

Dari hasil penggerebekan polisi di salah satu hotel Kota Semarang, petugas berhasil mengamankan dua orang yakni GA (laki-laki) dan WI (perempuan). Mereka Saat digerebek petugas saat sedang bertransaksi.

Adapun kronologi penangkapan dalam kasus ini bermual saat Subdit V melakukan patroli cyber.

Dari patroli tersebut kemudian didapatkan sebuah akun Twitter @Pasutrixxxxx memposting foto dan video yang menampilkan kegiatan hubungan suami istri dengan menampakan alat kelamin laki-laki dan wanita.

Terkait temuan tersebut, kemudian anggota Subdit V/ Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng yang dipimpin oleh Kompol Rosyid Hartanto melakukan pendalaman.

Berlanjut pada Senin 16 November 2021 sekitar pukul 21.00 WIB, didapatlah informasi bahwa akan ada transaksi di sebuah kamar hotel di Semarang.

Tim Subdit V kemudian bergerak cepat menuju lokasi dan melakukan penggrebekan terhadap terduga pelaku di kamar hotel tersebut, beserta barang buktinya.

“Jadi modus mereka melakukan posting dimedia sosial dengan menampilkan konten pronografi. Yang difoto tersebut adalah para tersangka. Kemudian saat ada yang tertarik mereka saling chatting, lalu mereka akan janjian ketemu langsung,” jelas Direktur Reserse Khusus Polda Jateng Kombes Pol Johanson Ronald Simamora melalui Kasubdit V /Cyber Ditreskrimsus Polda Jateng Kompol Rosyid Hartanto, mengutip Voi.id, Sabtu 20 November 2021.

“Lalu si wanitanya itu bertemu dengan calon pelanggannya terlebih dahulu untuk memastikan apakah pelanggannya itu sesuai dengan kriteria atau tidak,” sambungnya.

Lebih lanjut, Kompol Rosyid juga mengatakan, dalam melancarkan aksinya, tersangka juga menentukan kriteria sendiri dan mematok harga hingga jutaan rupiah.

“Usia dipatok maksimal 30 tahun, si wanitanya ini pilih-pilih. Kopi darat gitulah, sekiranya cocok kemudian pelanggan transfer uang sejumlah Rp3 juta ke rekening pelaku. Setelah itu barulah mereka janjian di hotel dan main bertiga,” katanya.

Kompol Rosyid juga menuturkan, saat menjalani pemeriksaan terlapor mengaku sebagai pemilik akun twitter @Pasutrixxxxx yang digunakan sebagai sarana untuk penyebaran konten yang memiliki muatan kesusilaan.

“Kedua pelaku mengaku sebagai pasangan suami istri tetapi siri, namun sampai dengan saat ini tersangka tidak dapat menunjukan bukti bahwa mereka telah menikah,” ujarnya.

Bambang Ari

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *