Polisi Siber Bareskrim Polri Buru dan Ringkus Kelompok Provokatif di Media Sosial

Tersangka HP yang ditangkap di Ciganjur

JAKARTA, kabarpolisi.com – Diam-diam polisi siber dari Bareskrim Polri terus memburu para pelaku penyebar fitnah, berita hoax yang mengandung unsur SARA yang sering mengatasnamakan Muslim Cyber Army di media sosial seperti Instagram dan Twitter.

Ada beberapa akun yang memang sering membuat tema yang menyudutkan Pemerintah, Polri, kelompok masyarakat lainnya dan mereka sengaja menciptakan kegaduhan serta menyebarkan kebohongan secara terus menurus untuk membentuk dan menciptakan opini di masyarakat.

Satgas medsos Dit Tipid Siber Polri telah menangkap seorang pelaku di rumahnya Ciganjur Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa kemarin. Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku HP berupa 1 Unit HP Xiaomi type note 3, 1 Simcard XL dan 1 Simcard 3.

Tersangka HP ditangkap karena telah mendistribusikan “fake chat” antara Kapolri dengan Kabid Humas PMJ tentang kasus HRS dan FH dan beberapa postingan atau capture yg mengandung unsur SARA melalui media sosial akun Instagram muslim.

Menangis dan Minta Maaf

Tersangka HP begitu gagah dan seolah-olah orang pemberani yang tidak kenal takut serta selalu membakar umat muslim seolah-olah beberapa isu yang dilemparkan lewat akun media sosialnya itu benar-benar terjadi, diantaranya isu kriminalisasi ulama, Habib Rizieq digembosi lewat kasus rekayasa Polisi, dan menyebutkan suatu golongan adalah PKI.

Namun ternyata pemilik fake chat tersebut tidak segarang disaat melemparkan isu, memfitnah dan memutar balikan fakta. HP menangis dan ingin pulang kerumahnya serta meminta maaf.

Selain itu beberapa sumber menyebutkan polisi telah mengendus beberapa akun media sosial yang sering memutar balikan fakta dan penyebar ujaran kebencian, dan dalam waktu dekat ini akan segera di tangkap.

“Mudah-mudah polisi dapat meringkus segera mungkin akun media sosial tersebut, karena mereka itu tidak ada bedanya dengan teroris, tujuannya sama sama ingin mengacaukan dan akhirnya membuat rasa takut masyarakat serta memecah belah NKRI,” kata seorang penggiat media sosial kepada kabarpolisi.com tadi malam (rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.