Politikus Hanura Miryam S Haryani Buron, KPK Minta Bantuan Interpol Polri

Miryam S Haryani

JAKARTA, KABARPOLISI.COM – Politikus Hanura yang juga mantan anggota Komisi II DPR Miryam S Haryani menjadi buronan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). KPK setelah Miryam yang menjadi tersangka pemberian keterangan palsu di persidangan korupsi e-KTP masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

“Hari ini, KPK mengirimkan surat ke Kapolri, NCB Interpol Indonesia tentang daftar pencarian orang atas nama MSH,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (27/4).

Miryam ditetapkan sebagai tersangka memberikan keterangan palsu dalam persidangan kasus korupsi yang merugikan negara Rp2,3 triliun. Miryam pada sidang Irman dan Sugiharto dinilai berbelit-belit dan menghambat penyidikan kasus e-KTP.

Namun, Miryam membantah turut menerima dan berperan membagi-bagikan uang kepada anggota DPR lainnya. Bahkan, Miryam pun mencabut keterangannya dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saat proses penyidikan. Miryam dijerat dengan Pasal 22 juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Menurut Febri, KPK meminta bantuan Polri untuk mencari dan menangkap mantan Bendahara Umum Partai Hanura di era kepemimpinan Wiranto itu, lantaran kerap mangkir saat dipanggil penyidik KPK

Masyarakat yang mengetahui keberadaan Miryam, kata Febri, juga diminta untuk menginformasikannya kepada KPK dan kantor polisi terdekat.

Febri mengatakan, ada resiko hukum terhadap orang-orang yang melindungi Miryam. “Selanjutnya kami akan koordinasi secara intensif dengan Polri,” tandasnya.

Sikap Hanura

Sejauh ini belum dapat dikonfirmasi sikap Partai Hanura, sehubungan dengan buronnya Miryam S Haryani. Wartawan kabarpolisi.com belum berhasil meminta konfirmasi Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang. (rizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.