Rusia Gelar Uji Coba Rudal Balistik Antarbenua

  • Bagikan

MOSKOW, kabarpolisi.com – Rusia melakukan sejumlah uji coba rudal balistik antarbenua dari darat, laut dan udara pada Kamis (26/10) waktu setempat. Uji coba ini dilakukan sebagai bagian dari program nuklir strategis.

Kementerian Pertahanan melansir, sebuah rudal balistik antarbenua “Topol” ditembakkan dari area uji coba Plesetsk di barat laut Rusia. Kemudian tiga rudal balistik diluncurkan oleh dua kapal selam rudal nuklir (SSBN), yakni dua rudal dari Laut Okhotsk, sebelah utara Jepang dan satu rudal dari Laut Barents di Samudera Arktik.

“Pasukan militer Rusia telah melakukan latihan untuk mengatur kekuatan nuklir strategisnya,” demikian pernyataan kementerian seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (27/10/2017).

Pesawat-pesawat pengebom strategis Tu-160, Tu-95MC dan Tu-22M3 juga lepas landas dari sejumlah pangkalan udara Rusia dan meluncurkan rudal-rudal penjelajah ke target-target di Kamchatka, Rusia timur, di wilayah Republik Komi, di Rusia utara dan di kawasan militer Rusia di Kazakhstan.

“Semua tujuan pelatihan telah berhasil diselesaikan,” demikian disampaikan kementerian.

September lalu, Rusia melakukan latihan militer gabungan bersama Belarusia, hingga menimbulkan kekhawatiran di Polandia dan negara-negara Baltik. Kekhawatiran muncul dikarenakan skala latihan tersebut dan keraguan akan niat Moskow dengan latihan gabungan tersebut.

Dalam latihan itu, Moskow juga melakukan uji coba rudal-rudal, termasuk rudal balistik antarbenua RS-12M Topol. Rudal antarbenua tersebut ditembakkan dari fasilitas peluncuran Kapustin di Rusia barat daya.

Pihak NATO pun mempertanyakan perbedaan antara jumlah pasukan yang terlibat latihan gabungan tersebut dengan angka resmi yang diumumkan Moskow.

“Ada perbedaan antara apa yang disampaikan Rusia sebelum latihan… dan angka sebenarnya serta skala dan cakupan latihan tersebut,” kata kepala NATO Jens Stoltenberg usai pertemuan Dewan NATO-Rusia (NRC).

Apa Itu Rudal Balistik?

Peluru kendali balistik adalah peluru kendali yang terbang dalam ketinggian sub-orbit melalui jalur balistik. Rudal balistik hanya dapat dikendalikan dalam tahap peluncurannya saja.

Rudal balistik pertama adalah roket V-2 yang dikembangkan oleh Nazi Jerman antara 1930-an dan 1940-an berdasarkan perintah dari Walter Dornberger.

Uji coba V-2 yang pertama sukses adalah pada 3 Oktober 1942 dan mulai dioperasikan pada 6 September 1944 melawan Paris diikuti dengan serangan terhadap London 2 hari kemudian. Sampai berakhirnya perang pada Mei 1945, lebih dari 3000 V-2 telah ditembakkan.

Trayektori rudal balistik terdiri dari 3 tahap yaitu tahap peluncuran, tahap terbang bebas yang menghabiskan sebagian besar waktu terbang rudal dan tahap memasuki kembali atmosfer bumi.

Rudal balistik dapat diluncurkan dari lokasi tetap atau kendaraan peluncur (TEL, kapal, pesawat dan kapal selam). Tahap peluncuran dapat berkisar dari sekian puluh detik sampai beberapa menit dan dapat terdiri sampai tiga tingkat roket.

Ketika berada di sub-orbit dan tidak ada lagi dorongan, rudal memasuki tahap terbang bebas. Untuk mencapai jangkauan yang jauh, rudal balistik umumnya diluncurkan sampai ke sub-orbit. Peluru kendali balistik antar benua dapat mencapai ketinggian sekitar 1.200 km.

Dalam peluncuran rudal balistik, ada 3 fase utama:

Boost Phase; Fase di mana rudal meluncur dengan dorongan mesin roket, ketinggian tergantung jarak tempuh rudal, untuk ICBM, bisa mencapai 400 Km
Mid-course Phase; Fase di mana rudal berada di luar atmosfer bumi, pada fase ini, rudal melepaskan Reentry Vehicle (RV) yg dimiliki ke target2 yg sudah ditentukan
Re-entry Phase; Fase di mana RV memasuki atmosfer, rata2 dari ketinggian 100 Km. Kecepatan rata2 4 Km /s (Devara)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *