Salah Paham, Ketua PWI Silaturahmi dengan Kapolres Depok, Dewan Pers : Wartawan Harus Tunjukkan Identitas

Akrab. Kapolres Depok Imran Siregar, Ketua PWI Depok Rusdi Nurdiansyah dan wartawan Furkan foto bersama setelah silaturahmi. Akrab dan penuh canda (Ist)

DEPOK – Isu Kapolresro Depok Kombes Imran Edwin Siregar mengintimidasi wartawan adalah tidak benar. Hal itu terungkap dalam silaturahmi Ketua PWI Depok Rusdi Nurdiansyah dengan Kapolres Depok dan wartawan DepokNews Furkan hari ini (3 Agustus 2021) di Depok.

“Hanya salah paham. Setelah kami ketemu semua klir. Saya jelaskan apa yang terjadi yang sebenarnya. PWI Depok mau pun wartawan Depoknews bisa menerima penjelasan saya. Alhamdulillah semua baik2 saja, ” kata Kombes Imran Edwin Siregar.

Pertemuan antara PWI Depok, Kapolres dan wartawan berlangsung akrab. Gembira. Kedua pihak menyadari hanya kurang komunikasi. “Ke depan kita perbaiki lah. Wartawan itu saudara Polri kok, ” kata Imran Siregar.

Alumnus Akpol 1992 yang dikenal low profile itu menjelaskan peristiwa yang sebenarnya. Menurutnya, Minggu (1/8) dia bersama Dandim Depok sedang koordinasi soal pelaksanaan vaksinasi masyarakat Depok di halaman Mapolres Depok, Jalan Margonda Raya.

“Saya berjalan berdua dengan Dandim. Lewat di depan ruang reskrim saya lihat ada anak muda berambut gondrong pakai sandal sedang bercakap seperti wawancara dengan seseorang. Saya hampiri. Saya tanya. Ada apa di Ruang Reskrim, yang ditanya menjawab dia wartawan, ” kata Imran.

Karena mengaku wartawan Kapolres menanyakan Identitas Furkan dan kenapa ada di depan ruang Reskrim. Karena semua wartawan yang tergabung di Pokja biasanya ada di ruang Humas.

“Saya tanya baik2. Tapi adik ini tidak mau memperlihatkan Identitasnya. Tentu saya curiga. Ini wartawan benar atau siapa. Mengaku wartawan tapi tidak mau memperlihatkan identitasnya. Ini lagi covid. Akhirnya saya minta anggota memeriksa tas yang dibawa Furkan. Ternyata ada kartu PWI. Baru yakin saya dia wartawan, ” kata Imran.

Kemudian Kapolres menasehati Furkan jika ingin mendapatkan informasi sebaiknya datang ke Humas atau hubungi Kapolres. Furkan menjelaskan dia mendampingi seorang pelapor.

“Saya bilang yang bisa mendampingi pelapor hanya lawyer yang ditunjuk. Kalau wartawan urusannya dengan Humas. Bukan di ruang Reskrim. Biar penjelasan lengkap dan tidak terjadi kesimpangsiuran berita hubungi Humas. Hanya itu yang saya sampaikan, ” kata mantan Direktur Intelijen Polda Aceh ini.

Setelah itu Kapolres dan Dandim meninggalkan lokasi. Namun Kombes Imran kaget karena muncul berita Kapolres Depok mengintimidasi wartawan. Melanggar UU Pers dan sebagainya.

“Berita sepihak. Tidak berimbang dan jelas tidak benar. Saya dikecam PWI Depok dan berbagai pihak. Saya belum mau menanggapi nanti jadi ramai dan kegiatan vaksinasi bisa terbengkalai,” kata pamen Polri berlatarbelakang intelijen ini.

“Kalau kurang yakin dengan penjelasan saya ini banyak saksinya. Bisa tanya Pak Dandim Depok yang ada di samping saya. Tidak ada kejadian seperti yang dilansir berbagai media online. Saya dikecam Ketua PWI Depok. Saya diam saja. Saya tidak melakukan apa yang dituduhkan. Saya paham UU Pers. Tidak boleh menghalangi tugas wartawan. Namun wartawan untuk mendapatkan berita juga dengan cara yang benar, ” kata Imran.

Agar tidak terjadi kesimpangsiuran informasi Humas Polres Depok menghubungi Ketua PWI dan kawan2 wartawan. “Saya jelaskan semuanya. Akhirnya kami sepakat ini hanya salah paham. Miskomunikasi. Akhirnya seperti inilah. Kami tertawa bersama. Manusiawi lah salah paham itu. Tapi alhamdulillah hari ini klir,” kata Imran.

Kecewa

Seperti diberitakan berbagai media F
mengaku kecewa atas arogansi Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Imran Edwin Siregar, yang dianggap telah melakukan tindakan melanggar undang-undang pers dengan mengusir wartawan yang sedang melakukan peliputan.

Furkan selaku wartawan melakukan peliputan bersama terkait kejadian penipuan yang dialami sekelompok peternak sapi yang berjualan di lokasi tersebut. Hasil peliputan berita tersebut sudah dikirim ke kantor redaksi DepokNews dan akhirnya tayang.

Namun pada Senin (2/8) pukul 06.30 sekelompok peternak sapi yang sempat mereka liput hari Minggu, mengabarkan ingin melengkapi berkas ke Polres Metro Depok karena, pada Minggu malam mereka sudah melaporkan kejadian penipuan yang mereka alami, ke pihak Polres Metro Depok.

“Saya pada pukul 08:25 WIB berangkat dari rumah untuk ke Polres. Tiba pukul 09:10 di Polres. Saya langsung masuk ke Polres Metro Depok dan menunggu para korban,” kata Furkan, Senin (2/8).

Identitas

Sementara itu tenaga ahli Dewan Pers dan Ketua Uji Kompetensi wartawan PWI Pusat Kamsu Hasan mengatakan ini kejadian biasa. Salah paham. “Alhamdulillah udah klir kan, ” kata Kamsu.

Dia menambahkan setiap wartawan yang melakukan peliputan sebaiknya selalu membawa identitas dan memperlihatkan ke calon narasumber.

Arief Ramdhani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.