Siber Polri : Dua Miliar Pengguna Google Chrome Terancam Hacker

Jakarta – Cyber Polri sangat menyarankan kepada seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati ketika menggunakan Google Chrome.

Cyber Polri sebut ada ancaman yang cukup serius bagi pengguna layanan Google Chrome yang dilakukan oleh pihak tak bertanggung jawab.

Ancaman tersebut disebut Cyber Polri sebagai Zero day attack yang bisa menyasar siapa saja baik pengguna MacOS, Windows, dan Linux.

Google Chrome yang biasa digunakan untuk browser internet memiliki kerentanan yang bisa mengancam lebih dari 2 miliar penggunanya, dikutip PikiranRakyat-Cirebon.com dari unggahan Instagram @ccicpolri pada 17 Oktober 2021.

Informasi tersebut diungkapkan Google yang mengunggah berbagai hal mengenai celah keamanan yang ada pada blog resminya.

Perlu diketahui, Google Chrome saat ini telah digunakan 2,64 miliar user yang bisa berubah menjadi target potensial untuk dimanfaatkan oleh para hacker.

Setidaknya ada dua hal penting yang bisa dilakukan hacker kepada pengguna Google Chrome yang harus Anda ketahui.

Eksploitasi ‘Zero Day’

Pihak perusahaan mengungkapkan adanya eksploitasi Zero Day ke 11 Google Chrome tahun ini.

Kerentanan dengan kode CVE-2021-37973 itu bisa memengaruhi pengguna Linux, MacOS, dan Windows.

Zero Day artinya hacker telah mampu mengeksploitasi celah yang ada sebelum Google merilis perbaikannya yang menjadikan kerentanan jauh lebih berbahaya dari bagian lainnya.

Kerentanan UAF Chrome

Sementara Zero Day terbaru merupakan kerentanan ‘Use After Free’ (UAF) lainnya.

Forbes mencatat hal tersebut dimanfaatkan oleh para hacker dalam beberapa bulan terakhir, misalnya pada bulan September ada 10 kerentanan berperingkat tinggi UAF Google Chrome.

Sebagai informasi, kerentanan UAF ini merupakan eksploitasi memori tempat program gagal untuk menghapus penunjuk ke memori setelah dibebaskan.

Dua hal tersebut diketahui bisa berdampak buruk pada pengguna Google Chrome dan perlu langkah antisipasi agar menghindarinya.

BACA JUGA  Penambangan Ilegal DI DIY 32 Titik, Dua Alat Berat Yang Digunakan Untuk Aktivitas Tambang Ilegal Disita.

Cara Antisipasi

Sebelum itu terjadi, bisa mengecek apakah Google Chrome Anda terlindungi dengan masuk ke Settings > Help > About Google.

Apabila yang tertera adalah Chrome versi 94.0.4606.61 atau lebih tinggi, artinya bisa disimpulkan Google Chrome Anda aman.

Namun, jika update belum tersedia, pengguna harus mengecek secara periodik Google Chrome yang digunakan.

Ingat Google Chrome harus direstart untuk menerapkan update yang telah dipasang.

Khusus untuk yang mengalami kejadian ilegal akses dan pencurian data, Anda bisa segera melaporkan ke laman Cyber Polri patrolisiber.id.

Selain itu, Anda juga bisa kirimkan melalui e-mail ke alamat laporkan@patrolisiber.id.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.