Di Sidoarjo, Kapolri Ajak Ulama dan Santri Jaga NKRI

Kapolri Tito Karnavian bersama KH Agoes Ali Mashuri (Foto Istimewa)

SIDOARJO, kabarpolisi.com – Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengajak ulama, santri, dan seluruh elemen masyarakat, bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan bangsa demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Apalagi Jawa Timur punya peran penting dalam sejarah perjuangan dan masa-masa kritis mempertahankan kemerdekaan Indonesia

Kapolri Jenderal Pol. Tito Karnavian menyampaikan hal ini saat berkunjung ke Sekolah Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, Jawa Timur, yang diasuh oleh KH Agoes Ali Mashuri, LC Sabtu (10/6) sore.

Menurut Kapolri, Indonesia adalah bangsa yang unik karena berdiri di atas keragaman suku, agama, ras, bahasa, adat budaya, dan identitas sosial lainnya. Menurutnya, tidak mudah untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman tersebut.

“Banyak negara di dunia yang berdiri di atas keberagaman, antara lain Uni Sovyet dan Yugoslavia, gagal menjaga keutuhan negaranya dan akhirnya terpecah-pecah,” kata Tito Karnavian.

Belajar dari pengalaman negara lain, kata Tito, kita harus mengelola keberagaman yang ada menjadi kekuatan untuk mensejahterakan masyarakat. Bukan justru menjadi penyebab terpecah belahnya bangsa.

“Mari kita manfaatkan momentum bulan Ramadhan yang mulia ini untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa, yang mulai terkikis oleh berbagai aksi kekerasan dan sikap intoleransi bernuansa SARA,” ujarnya.

Tito mengingatkan ajaran Rasulullah Muhammad SAW tentang indahnya kerukunan dan toleransi. Salah satunya melalui penyusunan Piagam Madinah, sebagai konsep pemerintahan yang juga mengayomi kelompok non-muslim dan dapat menghentikan perselisihan antar suku di Kota Madinah saat itu.

“Mari kita meneladani apa yang telah dilakukan oleh Nabi kita, yaitu senantiasa membina kehidupan yang rukun di tengah berbagai perbedaan,” katanya.

Usai menyampaikan sambutan, Kapolri membagikan bingkisan kepada anak yatim piatu yang hadir dalam acara itu, dan memberikan hadiah lomba 4 Pilar Kebangsaan yang diikuti para santri.

Sekolah Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo yang dikunjungi Kapolri dibangun tahun 2010, di atas lahan sekitar 3 hektar, sekolah berasrama untuk tingkat SMP dan SMA ini memadukan kurikulum Kemendikbud dan Islamic Worldview (pandangan hidup Islami). Bahasa yang digunakan di sekolah ini adalah Inggris dan Arab, baik dalam tulisan maupun percakapan sehari-hari. safari ramadhan kapolri

Kapolri yang didampingi Gubernur Jatim Soekarwo, tiba di sekolah atau pondok pesantren modern ini sekitar pukul 16.20 WIB dan disambut langsung oleh KH Agoes Ali Mashuri yang akrab disapa Gus Ali.

Hadir juga Kapolda Jatim Irjen Pol. Machfud Arifin, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Kustanto Widyatmoko, serta Bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo. Pejabat Mabes Polri yang mendampingi Kapolri antara lain Asisten SDM Irjen Arief Sulistyanto, Kadiv Hukum Irjen Raja Erizman, Asisten Logistik Irjen Eko Hadi Sutedjo, dan Korspri Kombes Rachmad.

Di hadapan sekitar 3.200 ulama, santri, dan pejabat daerah yang hadir di Sekolah Progresif Bumi Shalawat Sidoarjo, Kapolri menyampaikan rasa kagum melihat sekolah asuhan Gus Ali yang luas dan modern, sekaligus menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang ia terima dalam kunjungan ini. (Hadi Santoso)

Editor : Dewinta Pringgodani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.