Wakapolri Ziarahi Makam Ulama Sulawesi

POLEWALI, kabarpolisi.com – Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin, menziarahi makam Imam Lapeo di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Sabtu (07/04/2018).

Ziarah tersebut merupakan bagian dari kegiatan Wakapolri di Sulawesi, dalam menjaga silaturahmi dengan para ulama, dan dalam agenda untuk memakmurkan mesjid sesuai dengan jabatannya sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Berdasarkan literatur yang didapatkan, makam Imam Lapeo di sisi utara Masjid Nuruttaubah di Lapeo, lebih disebut dengan sebutan `Masigi Lapeo’ hingga kini masih menjadi tujuan ziarah dan wisata spiritual di Sulbar.

Masjid itu dikenal dengan menaranya menyerupai arstitektur Istambul, sehingga Imam Lapeo juga disapa dengan nama “Kanne Ambol”, yakni orang yang pernah mengunjungi Istambul, peralihan sebutan Istambul ke Ambol. Selain makna lainnya, “Ambol”, yakni jangan coba-coba bertetangan dengan Imam Lapeo, nanti mendapatkan teguran secara langsung.

Imam Lapeo lahir dengan nama unik, Junaihin Namli, yang berarti sayap semut, di Pambusuang Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polman, tahun 1838. Dikenal sebagai ulama kharismatik, penyebar ajaran Islam di Sulselbar khususnya di Tanah Mandar.

Saat menyebar Islam, dikenal sebagai KH Muhammad Thahir atau yang lebih masyhur Imam Lapeo. Nama Lapeo yang melekat pada Imam Lapeo diambil dari nama kampung di Kecamatan Campalagian, sekira 287 kilometer dari Makassar dan 33 Km dari Kota Polewali.

Selain silsilahnya bertalian dengan bangsawan di Mandar, nasab dalam diri Imam Lapeo bersambung hingga Sunan Maulana Malik Ibrahim, salah seorang wali Walisongo yang menjadi penyebar agama Islam di Gresik.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.