SOSOK  

Akhiri Tugas Sebagai Kapolda Aceh, Irjen Pol Wahyu Widada Kirim Paket untuk Anak Pemulung

Irjen Pol Wahyu Widada. Antara Aceh/HO/Bidhumas Polda Aceh

Banda Aceh – Ratusan anak pemulung dari Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh berlari mendekati mobil box polisi yang datang ke lingkungan mereka.

Tak lama, dari mobil turun beberapa personel Polri berbadan tegap dengan sigap membatasi dan memberikan jarak antar mereka agar tidak berkerumun serta memperingatkan untuk memakai masker.

Sejurus kemudian, turun seorang perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi memberi pengarahan kepada anak-anak pemulung tersebut.

“Selamat sore adik-adik, apa kabar semuanya?” sapa perwira tersebut.

“Baik,” teriak ratusan anak pemulung yang sudah tidak sabar untuk melihat isi mobil besi yang sudah terparkir di lingkungan mereka.

“Sore ini, kami dari staf pribadi Kapolda Aceh akan membagikan seluruh adik-adik tas sekolah lengkap dengan isinya, kami juga sudah menyiapkan ratusan buku bacaan untuk adik-adik, siapa yang mau,” teriak perwira itu lagi.

Anak-anak pemulung pun menjerit histeris, suara sorak sorai kegirangan menggema di antara botol-botol bekas di lingkungan itu.

Namun demikian, para petugas polisi tersebut mengingatkan kembali untuk mengambil paket bantuan dengan satu persatu dan menjaga jarak antara satu dan lainnya.

Paket hadiah itu ternyata dikirim oleh Irjen Pol Drs Wahyu Widada, MPhil (mantan Kapolda Aceh).

Jenderal bintang dua itu mengutus staf pribadinya untuk membagikan ratusan paket tas dan perlengkapan alat sekolah serta ratusan buku bacaan kepada anak-anak pemulung di Gampong Jawa, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.

Hal itu dilakukan Irjen Wahyu menyusul berakhirnya masa tugas ia sebagai Kapolda Aceh, sejak kemarin.

Irjen Pol Wahyu Widada yang hampir dua tahun menjabat sebagai Kapolda Aceh mendapat tugas dan jabatan baru sebagai As SDM Kapolri.

Ia digantikan oleh Irjen Pol Ahmad Haydar yang resmi menjabat Kapolda Aceh setelah pelantikan dan serah terima jabatan di Mabes Polri, Selasa (10/8/2021).

Kegiatan pembagian paket hadiah dari Irjen Pol Wahyu Widada kemarin, mendapat antusias dari anak-anak yang selama ini jarang tersentuh di Gampong Jawa tersebut.

Selama ini, mereka hidup di pinggiran Kota Banda Aceh. Mayoritas orang tua mereka mencari nafkah di tempat pembuangan Akhir (TPA) untuk mencari barang-barang bekas yang dapat didaur ulang dan dijual kembali.

Biasa mereka tinggal di rumah-rumah kumuh yang terbuat dari triplek bekas, kardus, kayu, dan bahan bekas lainnya untuk bertahan hidup.

Di sana terdapat Taman Edukasi Anak Pemulung yang didirikan oleh Maulidar Yusuf (30), sejak tahun 2012.

Taman Edukasi Anak Pemulung tersebut berdiri karena kegelisahannya terhadap semangat pendidikan anak-anak pemulung yang rendah karena lingkungannya.

Ia menjadi relawan untuk membantu kesulitan anak-anak pemulung dalam belajar dan memberikan pendidikan tambahan di luar sekolah.

“Saya mengucapkan banyak terima kasih atas kepedulian Bapak Kapolda Aceh terhadap pendidikan anak-anak di sini,” ujarnya.

“Semoga dengan bantuan ini, mereka menjadi semangat kembali untuk melanjutkan pendidikan yang kelak akan menjadi pemutus rantai kemiskinan di garis keturunan keluarganya di masa mendatang,” ucap Maulidar didampingi ratusan anak-anak yang saling bercengkrama bahagia.

Di sela-sela kegiatan, Irjen Pol Wahyu Widada menyempatkan diri berkomunikasi melalui video call dengan relawan dan anak-anak pemulung,

“Halo anak-anak, apa kabar, semangat terus ya belajarnya. Ingat kesuksesan adalah hak semua orang, tidak perduli siapa orang tua kita, tidak perduli apa latar belakang kita, jika kita belajar, berdoa, dan berusaha, kelak kita akan sukses di masa depan,” tukas Irjen Pol Wahyu.

“Jaga kesehatan ya, salam untuk orang tua di rumah semuanya, untuk Maulidar sebagai relawan, terus berbuat baik, jadilah pelita di antara mereka, bimbing dan dukung mereka hingga mendapat pendidikan yang baik, kelak Aceh akan maju dan sukses di tangan-tangan mereka di masa mendatang,” ucap Wahyu Widada.

Seluruh kegiatan di atas terangkum di dalam sebuah video viral yang tersebar luas di media sosial.

“Kepada seluruh masyarakat Aceh, saya mohon pamit dan undur diri. Saya meminta maaf apabila ada ucapan, perbuatan, atau kekhilafan selama saya menjabat selaku Kapolda Aceh. Percayalah saya telah jatuh cinta dengan Aceh. Aceh telah banyak mengajarkan saya kehidupan dalam bingkai syari’ah Islam,” ungkapnya

“Meskipun saya jauh, Aceh selalu ada di hati saya. Saya cinta Aceh. Saya akan terus memantau Aceh, semoga sepeninggalan saya, Aceh menjadi provinsi yang maju dan sejahtera di masa yang akan datang. Bak ta tunyok bek meu iseuk, bak ta peudeuek beu meulabang (apa yang telah ditetapkan jangan bergeser, di mana diletakan, di situ dipaku), ayo semangat!,” ucapnya. (Red/Serambinews)