DAERAH  

Bupati Sikka : PNS Harus Bersih dari Narkoba

Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera (berdiri). (Foto Gabriel Langga)

MAUMERE, kabarpolisi.com – Bupati Sikka Drs Yoseph Ansar Rera menegaskan Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bekerja di lingkup Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka harus bersih dari narkoba.

Demikian disampaikannya pada saat pemeriksaan test urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) Propinsi Nusa Tenggara Timur secara mendadak yang berlangsung di aula Sikka Convention Centre (SCC) Jalan Jendral Muhamad Yani Kelurahan Beru Kecamatan Alok Kabupaten Sikka Selasa (31/01/2017).

Ansar mengungkapkan, Pegawai Negeri Sipil harus melakukan tes urine. Tes urine yang dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Propinsi NTT.

Tambahnya, Tes urine yang dilakukan oleh BNNP yakni untuk mengantisipasi peredaran narkoba terjadi di lingkungan Aparatus Sipil Negara Kabupaten Sikka.

“PNS harus bersih dari narkoba. Dengan demikian PNS ini dapat memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat secara maksimal.” Tegas Bupati Sikka ini

Ia mengatakan, sebanyak 198 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang terdiri dari Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, dan Pengawas lingkup pemerintah Kabupaten Sikka yang menjalani tes urine ini.

Ansar juga berharap pemeriksaan tes urine tidak hanya dilakukan kepada pejabat saja, tapi kepada seluruh Pegawai Negeri Sipil lingkup pemerintah Kabupaten Sikka termasuk seluruh aparati Camat, Kelurahan dan desa.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional Propinsi NTT melalui Kepala Seksi Pencegahan BNNP Markus saat di konfirmasi di sela-sela kegiatan mengungkapkan tes urine kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) untuk mengetahui apakah ada yang memakai narkoba atau tidak.

Untuk pemeriksa urine yang kita gunakan yakni standar enam parameter. Dengan pemeriksaan yang kita lakukan kepada Pegawai Negeri Sipil Kabupaten Sikka berharap satupun tidak di temukan memakai Narkoba.

“Kabupaten Sikka Propinsi Nusa Tenggara Timur merupakan Kabupaten yang ke tiga kami melakukan pemeriksaan urine. Pertama kami melakukan pemeriksaan di Kabupaten Flores Timur sebanyak 561. Kedua Kabupaten Kupang dengan jumlah ASN sebanyak 650 dan yang ketiga hari ini Kabupaten Sikka jumlahnya juga ratusan lebih.”kata Markus.

Gabriel Langga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.