DAERAH  

IKM DKI Jakarta Bahas Kenakalan Remaja dengan Kapolda Sumbar

Braditi Leavey : Kami Bangun Sekolah Rakyat Gratis

Ketua IKM DKI Jakarta Braditi Moulevey bertemu Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr Gatot Tri Suryanta, di Mapolda Sumbar Jalan Sudirman Padang Kamis (27/3/2025). Keduanya membahas pelbagai masalah kenakalan remaja Sumbar. (Foto : Dok IKM)

JAKARTA – Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) DKI Jakarta Braditi Moulevey bertemu Kapolda Sumbar Irjen Pol Dr Gatot Tri Suryanta, membahas pelbagai masalah kenakalan remaja Sumbar, Kamis (27/3/2025).

Bertemu di ruangan kerja Kapolda Sumbar Jalan Sudirman Padang, Ketua IKM DKI Jakarta dan Irjen Gatot bicara soal kenakalan remaja seperti tawuran, narkoba dan LGBT.

Dari Kapolda Sumbar, Braditi mendapat informasi dari Irjen Gatot bahwa dinamika negatif remaja Sumbar berkembang pesat terjadi pasca Pandemi Covid -19.

Para remaja saat itu tidak masuk sekolah dan kemudian belajar dari rumah. Namun sangat disayangkan kondisi keuangan orang tua pelajar saat itu banyak yang tidak sanggup membeli paket internet, sehingga banyak pelajar yang kemudian putus sekolah.

“Menurut bapak Kapolda tingginya aksi tawuran remaja di Sumbar salah satunya disebabkan banyaknya siswa yang putus sekolah,” ujarnya.

Masalah lain yang kemudian menimpa para remaja di Sumbar adalah terlibat penyalahgunaan narkoba dan terlibat LGBT. Hal ini terjadi karena lemahnya kontrol dari orang tua.

Terkait dengan antisipasi dampak yang menimpa remaja Sumbar itu, IKM DKI Jakarta menawarkan sejumlah solusi dalam bentuk beberapa program konkret.

“Kami akan diskusikan pembentukan sekolah rakyat gratis dan lembaga konseling khusus untuk anak-anak putus sekolah,” katanya.

Sebaliknya, Kapolda Sumbar Irjen Dr Gatot Tri Suryanta juga mendorong para perantau Minang untuk ikut aktif membangun kampung halaman.

Tidak sekadar pembangunan infrastruktur, namun pemberdayaan masyarakat menjadi fokus utama.

BACA JUGA  Syamsul Paloh : Sinergi Bea Cukai, Polri dan Bandara Hang Nadim Positif Berantas Narkoba

“Kita ingin Sumbar menjadi wilayah bebas tawuran dan narkoba. Kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan diaspora atau perantau diharapkan mampu menghasilkan terobosan konkret,” kata Kapolda Sumbar.

Pertemuan juga membahas pentingnya kesadaran sejarah dan tanggung jawab bersama dalam membangun generasi berkualitas.

Provinsi Sumbar, kata pria asal Kota Padang itu, yang dikenal dengan sejarah perjuangannya, kini menghadapi tantangan baru dalam membina generasi muda.

“IKM Jakarta berkomitmen menjadi mitra pemerintah, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi memutus mata rantai persoalan sosial yang menghadang potensi generasi muda Sumbar,” tuturnya. (*)

Awaluddin Awe