Langkah Taktis dan Strategis Tito Karnavian Menuai Banyak Pujian

Jenderal Polisi Tito Karnavian (Foto Inilah.com)

JAKARTA,  kabarpolisi.com – Langkah taktis dan strategis polisi di bawah kepemimpinan Jenderal Tito Karnavian mendapat apresiasi banyak pihak.

Apresiasi misalnya disampaikan aktivis senior yang juga tokoh pergerakan Bursah Zanubi. Menurut Bursah, Tito Karnivian merupakan sosok yang tepat untuk menjabat Kapolri.

Pujian lain juga disampaikan Rr.  Dewinta Pringgodani,  seorang pengamat hukum dan masalah keamanan.  Apresiasi juga diungkapkan Sayed Junaidi Rizaldi aktivis senior mahasiswa yang juga Sekjen Rumah Gerakan 98

Sebab selain memiliki kinerja yang cukup memuaskan, khususnya dalam melayani dan mengayomi dengan memberikan rasa aman, Tito juga memiliki pandangan yang luas terkait masalah internasional dan domestik.

“Dia mampu membaca dan menggambarkan tantangan keamanan ke depan dengan mengaitkan permasalah global,” kata Bursah dalam keterangan persnya, Senin (1/5/2017) seperti dikutip INILAHCOM.

Bursah mengatakan langkah Tito sudah sangat tepat terkait isu makar yang akan dilakukan oleh beberapa pihak. Menurut dia itu merupakan bagian strategi polisi untuk menjaga stabilitas keamanan nasional.
Menurut dia, dengan sejumlah aksi bela Islam yang melibatkan jutaan massa maka langkah polisi harus cepat dengan menangkap pihak-pihak yang dianggap berpotensi untuk mengganggu stabilitas nasional.

“Massa yang sangat besar ini harus ada yang tanggung jawab. Jika tidak ada maka ini bisa sangat liar,” tegasnya.

Lebih lanjut, sambung dia, langkah yang dilakukan Kapolri bukanlah bentuk rasa ketidaksukaan Kapolri kepada umat Islam. Bahkan ia menilai bahwa Kapolri telah menjalin komunikasi yang baik kepada MUI atai GNPF MUI. “Kerjasama polisi dengan umat islam sangat baik,” sambungnya.

Kerja Keras dan Kerja Cerdas 

Dewinta Pringgodani 

Sejak menjabat Kapolri, di mata Rr Dewinta Pringgodani,  Kapolri Jenderal Tito Karnavian telah banyak melakukan terobosan dengan semboyan Promoter (Profesional,  Modern, Terpecaya)

BACA JUGA  Siap-Siap, Bulan Depan Ada Lembaga Baru Pantau Tambang Ilegal

Bukan hanya menjadikan Polri sebagai pelindung dan pengayom masyarakat, pembenahan internal juga dilakukan Kapolri. “Anggota Polri berprestasi diganjar penghargaan, anggota yang bermasalah di beri sanksi.  Saya nilai beliau bekerja keras dan bekerja cerdas meningkatkan citra Polri di tengah masyarakat,”  kata Dewinta Pringgodani kepada kabarpolisi.com.

Pengamat hukum dan masalah keamanan ini menambahkan,  bukti kerja keras Polri di bawah pimpinan jenderal Tito,  Pilkada Serentak 2017 berlangsung aman,  damai.  “Pilkada DKI Jakarta juga berlangsung aman,  kok,”  kata perempuan kelahiran Solo ini.

Hal senada disampaikan Direktur Program Imparsial Al Araf. Dia mengapresiasi upaya kepolisian yang bekerja maksimal untuk menekan gerakan-gerakan radikalisme di Jakarta. Pasalnya selama pilkada DKI Jakarta berlangsung gerakan-gerakan berbau radikalisme sangat menguat.

“Aroma kebencian antara sesama sangat menguat, Namun atas kerja yang bagus dari kepolisian yang bertanggung jawab menjaga keamanan bisa mengantisipasi itu semua. Sehingga potensi konflik yang dinilai sebagian kalangan tidak terjadi.

Terkait isu makar dengan melakukan penangkapan terhadap sejumlah aktivis yang dilakukan pihak kepolisian tidak bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Hal tersebut tidak masalah. Bagi pihak-pihak yang tertuduh bisa melakukan upaya hukum. Dan kepolisian bisa memberikan bukti secara hukum dalam proses pengadilan,” ungkapnya.

Sementara pengamat kepolisian, Bambang Widodo umar menilai selama dipimpin Jenderal Tito Karnavian tidak ada gejolak yang nampak di permukaan di internal polisi. Hal ini bisa dikatakan bahwa polisi di bawah kepemimpinan Tito sangat solid.

“Faktanya tidak ada gejolak. Ini artinya polisi solid,” kata pengamat kepolisian, Bambang Widodo Umar.

Sayed Junaidi Rizaldi 

Di mata aktivis mahasiswa 1998, Tito Karnavian juga dianggap berhasil memimpin Polri.  “Hubungan beliau dengan aktivis juga bagus.  Kami juga sempat bertemu Kapolri, berdiskusi tentang berbagai hal,”  kata Sayed Junaidi Rizaldi yang juga Sekjen Rumah Gerakan 98 ini.  (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.