Madrid – Juve Jumpa di Final Liga Champions. Mengulang Sejarah 1998?

JAKARTA, kabarpolisi.com – Raksasa Spanyol Real Madrid akan kembali berjumpa dengan raksasa Italia Juventus final Liga Champions Eropa pada 3 Juni 2017 di Cardiff, Wales. Ini mengulang Sejarah Final Piala Champions Eropa tahun 1998.

Juventus tampil di final  setelah menyingkirkan AS Monaco dengan agregat 4-1.

Pasukan Zinedine Zidane bertemu Juventus di final Liga Champions untuk kedua kalinya setelah menyingkirkan Atletico Madrid pada semifinal.

Los Blancos bermain 1-2 pada leg kedua semifinal di Estadio Vicente Calderon, Kamis (11/5/2017) dinihari WIB. Mereka lolos ke final dengan agregat 4-1.

Isco Alarcon menghasilkan gol bagi Real Madrid. Sedangkan angka Atletico Madrid disumbang Saul Niguez dan Antoine Griezmann.

Pasukan Zinedine Zidane mengikuti jejak Juventus yang menyisihkan AS Monaco sehari sebelumnya. Kedua tim sempat bertemu tahun 1998.

Ketika itu mereka menang 1-0 lewat gol tunggal Predrag Mijatovic. Musim ini, kedua tim bertemu di Millennium Stadium, Cardiff, Wales, pada 3 Juni mendatang.

Los Blancos juga berkesempatan mencatat sejarah. Sejak menggunakan format Liga Champions pada 1992/1993, tidak ada tim yang mampu mempertahankan titel.

Inilah final ke-15 Real Madrid sepanjang partisipasi di kompetisi paling elite antarklub Benua Biru. Pada 14 kesempatan sebelumnya, mereka meraih 11 kemenangan sekaligus menjadi pengoleksi gelar terbanyak.

Jalannya Pertandingan

Harus mengejar ketertinggalan tiga gol, Atletico Madrid tidak terburu-buru mengejar gol. Perjuangan mereka bahkan hampir saja bertambah berat ketika Casemiro menyundul bola pada menit ke-7. Beruntung tandukan gelandang asal Brasil itu masih bisa dimentahkan kiper Jan Oblak.

Sebelumnya, winger Atletico Madrid, Yannick Carrasco, terjatuh di area kotak penalti karena tekel Casemiro. Namun, wasit tidak memberi penalti.

Pendukung tuan rumah bersorak pada menit ke-12 ketika Saul meneruskan sepak pojok Koke Resurreccion. Gol ini menumbuhkan semangat tuan rumah.

BACA JUGA  Gelar Operasi Keselamatan 2024, Polri Bakal Tindak 11 Pelanggaran

Pertahanan Real Madrid pun panik. Raphael Varane melakukan pelanggaran terhadap Fernando Torres di area terlarang.

Kali ini Cuneyt Cakir yang memimpin laga menunjuk titik 12 pas. Griezmann pun menjalankan tugasnya sebagai algojo di menit ke-16. Dia membayar kesalahannya setelah gagal memasukkan penalti saat menghadapi Los Blancos pada final Liga Champions 2016.

alam keadaan terdesak, Real Madrid mengambil inisiatif dan mengambil penguasaan bola. Sedangkan Atletico Madrid mengincar lewat serangan balik. Laga juga berlangsung lebih keras menjurus kasar. Apalagi pemain kedua tim berusaha menekan wasit agar mengeluarkan kartu kuning setiap lawan melakukan pelanggaran.

Begitu tensi mereda, Los Blancos memperkecil kedudukan melalui Isco di menit ke-42. Gol tercipta setelah Karim Benzema melewati tiga pemain Atletico Madrid dan mengirim umpan ke Toni Kroos yang melepas tembakan. Bola masih dapat dihentikan Oblak. Namun, Isco meneruskan bola muntah.

Tugas Atletico Madrid di babak kedua pun tidak berubah. Mereka mesti menciptakan tiga gol. Dengan rintangan tersebut, Los Colchoneros tetap mencoba. Namun pertanda menunjukkan tidak mampu melakukannya.

Apalagi ketika kiper Real Madrid, Keylor Navas, beruntun mementahkan usaha Carrasco dan Kevin Gameiro pada menit ke-67.

Real Madrid justru merobek gawang Oblak lewat tendangan Luka Modric. Namun, Ronaldo, yang berdiri dalam posisi offside, dianggap memengaruhi permainan sehingga gol dibatalkan.

Harapan Atletico Madrid semakin memudar seiring berjalannya waktu. Mereka pun tidak bisa menyamakan kedudukan dan kembali mengakui keunggulan rival sekota.

Susunan Pemain:

Atletico Madrid: Oblak, Gimenez (Thomas 57), Godin, Savic, Filipe Luis, Gabi, Koke (Correa 76), Saul, Carrasco, Griezmann, Torres (Gameiro 56)

Real Madrid: Navas; Danilo, Varane, Ramos, Marcelo; Casemiro (Vazquez 77), Modric, Kroos, Isco (Morata 88); Benzema (Asensio 76), Ronaldo

BACA JUGA  Berikan Layanan Optimal ke Masyarakat, Polri Fokus Penguatan Transparansi Informasi Publik

Sejarah Final 1998

Real Madrid yang menjadi lawan Juve pada final 1998 berpeluang kembali menjadi seterunya di partai puncak.

Pada 1998 silam Juventus bertemu dengan Madrid di partai puncak yang berlangsung di Amsterdam Arena, Belanda. Saat itu Madrid mengalahkan Juventus berkat gol tunggal Predrag Mijatovic.

Nah, meski memiliki alur hingga ke final yang serupa 19 tahun lalu, para tifosi Juventus tentu berharap hasilnya tak akan sama andai di partai puncak bertemu Madrid.

kepercayaan diri merengkuh final.

Pertemuan Madrid dan Juventus menyajikan kembali laga klasik daratan Eropa. Soal sejarah, persaingan keduanya dimulai di perempatfinal Liga Champions 1961/62.

Kala itu, kedua tim harus bertarung sebanyak 3 kali demi bisa memastikan diri lolos ke semifinal karena sama-sama menang 1-0 di kandang dalam 2 leg. Usai pertemuan ini, duel antara Juve kontra Madrid selalu berjalan ketat, seperti yang terjadi di Liga Champions musim 2002/03.

Saat itu Si Nyonya Tua kalah di pertemuan pertama dengan skor 2-1. Kekalahan itu sukses dibalas Juve di leg kedua dengan skor 3-1. Dan akhirnya, Juventus melangkah ke final karena menang secara agregat yakni 4-3.

Jika ditotal, Juve dan Madrid sudah bertemu sebanyak 16 kali. Madrid mampu menang di 8 kesempatan. Sedangkan Juve cuma meraih 7 kemenangan dan sisanya diakhiri dengan hasil imbang. Tetapi trend Juve di 9 pertemuan terakhir dengan Madrid cukup baik.

Tercatat, Juve mampu menang sebanyak 5 kali. Sedangkan, El Real cuma menang di 3 pertandingan. Satu laga lain diakhiri dengan hasil imbang.

Berikut ini adalah head to head Juventus versus Real Madrid di 9 laga terakhir seperti dikutip Soccerway:

6 Mei 2003, Liga Champions, Real Madrid 2-1 Juventus
14 Mei 2003, Liga Champions, Juventus 3-1 Real Madrid
22 Februari 2005, Liga Champions, Real Madrid 1-0 Juventus
9 Maret 2005, Liga Champions, Juventus 2-0 Real Madrid (Extra Time)
21 Oktober 2008, Liga Champions, Juventus 2-1 Real Madrid
5 November 2008, Liga Champions, Real Madrid 0-2 Juventus
1 Agustus 2009, Persahabatan, Real Madrid 1-2 Juventus
23 Oktober 2013, Liga Champions, Real Madrid 2-1 Juventus
5 November 2013, Liga Champions, Juventus 2-2 Real Madrid

BACA JUGA  Gelar Operasi Keselamatan 2024, Polri Bakal Tindak 11 Pelanggaran

Tetapi sepakbola bukan soal berbicara sejarah saja. Pelatih dan isi skuat pun patut menjadi perhatian. Di sisi lain, Juventus lebih diunggulkan setelah sukses menghancurkan Barcelona di Juventus Stadium. Barcelona sendiri belum lama ini membungkam Real Madrid di Bernabeu dengan skor 3-2.

Sementara Real Madrid sendiri punya kelebihan-kelebihan yang patut diperhitungkan. Ganasnya lini depan Los Galacticos setelah Cristiano kembali ke performa terbaiknya, bisa memberikan teror tersendiri buat skuat asuhan Allegri ini. Selain itu, pertandingan-pertandingan di La Liga yang tidak lagi padat menjadi ukuran kalau Madrid bisa fokus menatap final, jika benar-benar akan menghadapi Juventus.

Lebih jauh. Sejarah pun bisa terulang, saat AS Monaco juga dikandaskan langkahnya oleh Juventus pada Semifinal Liga Champions 1997/98.

Tetapi saat mengalahkan Monaco, Juventus lalu bertemu Real Madrid dan berhasil dikandaskan lewat sebiji gol Predrag Mijatovic. Akankah sejarah final 1998 terulang atau Juventus membuat sejarah baru?

Editor : Mohammad Devara Pratama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.